23 November 2021

0

Tempat Wisata Gratis di Jogja

Kalau ada yang gratis, kenapa harus bayar?

Yup, itu adalah pepatah pegangan orang Indonesia kebanyakan, gue salah satunya. Sebisa mungkin mendapatkan sesuatu dengan harga yang murah, malah kalau bisa gratis, termasuk tempat wisata.

Siapa si yang nggak mau jalan-jalan gratis? Bisa refresh pikiran tanpa ngeluarin uang sepeser pun? Gue rasa semua orang mau.

Jogja adalah salah satu destinasi wisata favorit orang Indonesia dan terkenal dompet friendly, alias murah. Makanan di Jogja murah-murah, oleh-olehnya murah, dan tiket tempat wisatanya pun, murah! Tapi, tau nggak kalian? Di samping murah, Jogja juga punya beberapa destinasi wisata yang gratis. Sekali lagi, GRATIS!

Kalian nggak salah baca, beneran gratis dan gue sudah membuktikannya. So, here we go! 5 tempat wisata gratis di Jogja, versi Farih Ikmaliyani asek~ :

1. Masjid Gedhe Mataram Kotagede

Aduh, ini favorit gue banget! Gue udah kesini 2 kali dan selalu excited. Tempatnya luas, sepi, estetik, banyak spot foto, dan tentunya bersejarah.

Masjid Agung Kotagede Jogja. Foto oleh Farih Ikmaliyani

Masjid Gedhe adalah masjid peninggalan Kerajaan Mataram yang dibangun tahun 1640 M oleh Sultan Agung Mataram bersama rakyatnya yang kebanyakan beragama Hindu dan Budha. Nah, udah kebayang kan gimana kerennya ni masjid? Rumah ibadah orang islam, tapi yang bangun orang-orang Hindu dan Budha.

Ornamen-ornamen dan arsitektur Hindu-Budha melekat di setiap sudut masjid. Pintu masuknya aja berupa gapura kecil kayak yang biasa kita temui di pura-pura Bali. Pelatarannya pun masih didominasi bebatuan bata merah arsitektur Hindu-Budha. Di dalam masjid, kita bakal disuguhi arsitektur Jawa kuno hasil karya Sultan Agung Mataram dan diteruskan oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X.

gerbang depan masjid

Yang paling unik dari Masjid Gedhe Mataram ini adalah adanya kolam pemandian dan makam kuno di kompleks masjid. Jadi, kompleks masjid ini sangat luas. Sebelum masuk ke dalam masjid, kalian bisa belok ke kiri dan akan memasuki kawasan seperti tempat pemandian dan juga makam kuno di paling ujung. Semua orang bisa memasuki area makam kuno ini namun dilarang membawa kamera dan wajib mengenakan pakaian adat Jawa. Untuk perempuan yang sedang menstruasi, dilarang masuk dulu ya bestie~

tempat kolam pemandian. dulu dipakai raja-raja

plataran depan makam kuno. sebelah kiri warna putih, itu gerbang masuk makam

Masjid ini masih aktif digunakan warga sekitar dan tentu saja siapa pun boleh masuk dan beribadah, gratis.

2. Masjid Gedhe Kauman

Masih tentang masjid, destinasi gratis di Jogja selanjutnya adalah Masjid Gedhe Kauman. Masjid cantik yang terletak di sisi kanan Alun-Alun Utara ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama), dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M.

tampak depan Masjid Gedhe Kauman. foto oleh Farih Ikmaliyani

Gue sering banget ke Alun-alun Utara Jogja tapi cuma sekali mampir ke masjid ini, itu pun nggak sengaja karena berniat untuk solat.

Dari luar, masjid ini nampak seperti bangunan biasa yang dikelilingi tembok besar. Nggak menarik. Tapi setelah masuk gerbang dan sampai di pelatarannya, gue terpesona. Masjid dengan latar luas dan disain kuno terlihat semakin cantik di jam-jam golden hour waktu gue kesana. Di halaman masjid juga banyak berjejeran street food sederhana ala Jogja alias warung kucingan yang siap memberi kalian asupan selama menikmati bangunan kuno Masjid Kauman Jogja.

pelataran masjid

Arsitektur di dalam Masjid Gedhe Kauman masih sangat kental dengan disain kuno. Lampu-lampu gantung jadul dan tiang-tiang dari kayu, bikin betah lama-lama buat anteng di dalam masjid.

suasana di kota santri. eh, dalam masjid

Dibanding masjid Gedhe Mataram, Masjid Kauman ini emang nggak terlalu luas dan banyak spot foto. Tapi gue merasakan vibes yang Jogja banget ketika mengunjungi Masjid Kauman ini. Worth to visit, sekalian solat, ya kan?

3. Malioboro & Titik Nol Kilometer

Berbeda dengan Masjid Gedhe Kauman, nggak kehitung berapa kali gue ke Malioboro dan Titik Nol Kilometer Jogja. Sering banget woy!


suasana Jalan Malioboro beserta senimannya

Ikon Kota Jogja ini udah sangat terkenal. Tempat ini gak pernah sepi didatengin pengunjung, selalu ramai. Malioboro dan Titik Nol Kilometer sebenernya hanya jalanan biasa yang terdapat banyak penjual makanan dan oleh-oleh khas Jogja, serta diramaikan dengan adanya beberapa seniman lokal yang pentas di sepanjang Jalan Malioboro. Kalian bisa nemuin pedagang batik, makanan, hingga aksesoris-aksesoris lucu di sepanjang jalan Malioboro. Seniman jalanan yang bertalenta pun ramai berkumpul di jalan ini sehingga membuat suasana semakin hangat.

Titik Nol Kilometer adalah ujung dari jalan Malioboro yang berupa perempatan jalan. Di sekitar Titik Nol Kilometer ini, banyak terdapat bangunan kuno khas Eropa yang seperti membawa kita pergi kesana.

kawasan Nol Kilometer Jogja

Suasana di Malioboro dan Titik Nol Kilometer yang Jogja buanget ini mungkin yang jadi magnet wisatawan untuk selalu menghabiskan malam di sini. Jangan lupa untuk berfoto di samping plang nama Jalan Malioboro, ya! xD

4. Tugu Jogja

Lokasi yang sering gue lewatin tapi nggak pernah gue kunjungin, alias gue nggak pernah sengaja berhenti di Tugu Jogja untuk berfoto atau menghabiskan waktu disana. Gue masih ingat, dulu ada mitos jika foto bersama kekasih di Tugu Jogja, pasti hubungan nggak awet. Haha, entah.

sumber: suara.com

Tugu Jogja adalah sebuah monumen yang sering dipakai sebagai simbol Yogyakarta. Terletak di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo, tugu Jogja memiliki nilai simbolis yang merupakan garis yang bersifat magis yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.

Tugu Jogja dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Konon pada saat itu, Tugu Jogja digunakan oleh Sultan untuk patokannya bertapa menghadap puncak Gunung Merapi.

Saat gempa bumi besar yang terjadi pada 10 Juni 1867, Tugu Jogja ini pernah runtuh dan dibangun kembali oleh pemerintah Hindia-Belanda. Beberapa bagian diubah pada saat renovasi, namun warna putih khas tugu ini tetap dipertahankan.

Jujur, gue selalu ingin menepi ketika lewat Tugu Jogja ini. Suasananya nyaman banget, banyak lampu temaram di sekitar Tugu dan juga coffeeshop. Karena lokasinya di tengah jalan, orang bebas buat berkunjung dan gratis tentunya. Someday deh, gue mampir dan foto!

5. Pantai Seruni di Gunung Kidul

Oke, ini lokasi wisata gratis terakhir versi gue (untuk sekarang); Pantai di Gunung Kidul Yogyakarta.

Udah tau kan, kalau Jogja punya buanyak pantai pasir putih bersih dengan air sebening kristal? Yap, muka gebetan lo kalah beningnya.

Tahun 2013 gue baru tau kalau Jogja punya pantai pasir putih yang cakep-cakep. Banyak pilihan pantai pasir putih di Selatan Jogja ini. Mulai yang berbayar sampai yang gratis alias belum dikomersilkan oleh pejabat setempat.

pasir aslinya lebih cantik dari foto ini

Pantai Seruni adalah salah satu pantai yang masih alami dan masuknya gratis. Gue kesini 1 bulan lalu, saat PPKM. Beberapa pantai terkenal ditutup dan Pantai Seruni ini adalah salah satu pantai yang masih bisa dikunjungi.

chill ye ngga? padahal besoknya kerja

Beberapa vila terlihat mulai dibangun di sekitar pantai ini. Baliho-baliho rancangan pembangunan pantai juga berjejer sepanjang jalan menuju pantai Seruni. Jalannya masih jelek karena memang belum terbangun dengan baik.

Gue sampai di pantai Seruni sekitar jam 5 pagi. Hanya ada 2 tenda camping dan 3 warung berjejer di pantai. Sampai tengah hari, suasana pantai masih sepi, hanya ada beberapa kelompok pengunjung yang datang. Suasananya enak banget dan chill. Gue suka pantai pasir putih yang sepi gini.

ngopi di pinggir pantai yang sepi, kapan lagi?

Pasir putih, karang di tepi pantai, dan beningnya air laut, membuat gue betah berlama-lama di Pantai Seruni.

Kalau kalian nggak pengen ke Pantai Seruni, kalian bisa telusuri panta-pantai di selatan Jogja ini. Banyak pantai yang cantik dan masih belum terekspose.

Itu tadi 5 tempat wisata gratis di Jogja versi gue. Apakah kalian pernah berkunjung kesana juga? Atau malah ada tempat wisata gratis lain di Jogja yang gue belum tau? Coba share ya!

0 komentar:

Posting Komentar

Teman