11 Juli 2021

0

Bakso di Kereta Api Isinya Cuma 3 Biji

Gue suka naik kereta eksekutif malam. Selain suasananya boboable, naik kereta malam di tengah pandemi sangat leluasa karena 2 kursi cuma diisi satu orang. Jadi gue sendirian dan kursi sebelah kosong. Makin bebas tidur dan melakukan aktivitas apa pun. Termasuk makan tanpa takut risih sama orang di sebelah.

Kemarin, 3 Juli 2021, gue pulang ke Pekalongan dengan menggunakan kereta Sembrani eksekutif yang berangkat dari Stasiun Gambir jam 7 malam. Karena nawaitunya untuk tidur di kereta, jadi outfit yang gue pakai pun boboable: celana jeans longgar + hoodie tebel + sepatu dengan kaos kaki tinggi biar nggak dingin.

Baru jalan beberapa menit, gue sudah ngantuk. Setelah kursi gue senderin, gue pun mulai memejamkan mata dan tidur. Dua jam berselang, gue bangun dan laper. Kebetulan, ada 2 karyawan (pramugari) kereta api yang lewat dan menawarkan makanan. Di antara makanan-makanan yang mereka coba tawarkan, bakso kuah berhasil mencuri perhatian gue.

"Enak nih kayaknya malem-malem gini. Dingin, makan bakso panas." batin gue.

"Mau dong baksonya satu. Berapa?"

"Dua puluh lima ribu," jawab si pramugari. Kaget. Gue pikir harganya 15 ribu-an. Akhirnya gue pun membeli bakso itu. Si Mbak mencatat pesanan gue kemudian berjalan ke gerbong makan. "Tunggu sebentar ya, nanti kami antarkan pesanan ibu."


Selang beberapa menit, sebuah cup bertuliskan "Bakso Enak" mirip wadah pop mie sudah di depan mata. Saat gue terima, cup bakso "Bakso Enak" itu tertutup rapat. Ada sambel-kecap-saus dan sendok yang diberikan terpisah di dalam plastik. Kuahnya panas, terlihat dari asap yang keluar secara intens dari dalam cup. Gue penasaran, apakah rasanya benar-benar enak seperti tulisan yang di cupnya tersebut?

Gue aduk-aduk isi cup itu sambil menghitung berapa biji bakso yang ada di dalam sana. Guys, menghitung jumlah biji bakso yang akan kita makan ini penting untuk menentukan berapa lama waktu untuk menghabiskannya. Adukan pertama, hasil hitung jumlah baksonya 3 biji + 1 tahu kulit mini. Nggak percaya, gue aduk lagi, dan hasilnya masih sama: 3 biji bakso kecil + 1 tahu kulit mini

Sepi bet ni cup isinya cuma 3 biji bakso + 1 tahu kulit yang nggak gede-gede amat?!

Tambahan mie kuning di dalamnya, belum cukup membuat cup bakso ini terlihat penuh.

Buat traveler low budget alias bokek kayak gue ini, 25.000 rupiah untuk seporsi bakso, harusnya bisa lebih banyak isinya.

Sudah dibeli, masa tidak dimakan? Ya, akhirnya gue makan bakso harga 25 ribu yang berisi 3 biji ini.

Setelah gue tiup-tiup, kuahnya gue cicipin. Asin, rasanya kayak kuah Indomie ayam bawang, pas buat gue yang emang suka asin dan nggak berekspektasi tinggi soal makanan. Tapi untuk kalian yang emang ngerti makanan, kuah bakso "Bakso Enak" ini bakal dinilai biasa aja. Cita-rasanya kurang. Terlalu sederhana, asin doang. Minimalis banget konsep kuahnya.

Untuk baksonya, meskipun kecil tapi lumayan kerasa dagingnya nggak cuma tepung doang. Baksonya nggak pelit urat, tapi juga nggak banyak-banyak amat. Ya.. tergolong niatlah untuk menjadi sebuah bakso.



Tahunya sendiri agak nggak niat ya, Bun. Terlalu kecil dan lemes. Kayak nggak semangat jadi tahu. Sekali caplok, tahu mini itu pun hilang di dalam mulut gue. Rasa tahunya standar banget kayak tahu pada umumnya.

Mie kuning yang ada di antara bakso dan tahu, rasanya biasa banget. Sedikit hambar, mirip mie kuning yang dijual abang gerobak bakso komplek.

Gue pecinta kecap dan nggak suka pedeas. Tapi untuk kali ini gue sedang nggak pengen menambah rasa manis dan pengen ngerasain sensasi pedes dikit di dalam bakso. Jadi gue tambahi sambel sebanyak sekitar 3 tetes. Gue pikir sedikit rasa pedas akan menambah cita rasa hangat di perut gue.

Karena gue lapar dan merasa kedinginan, bakso 25 ribu itu pun gue habiskan tanpa waktu lama. Lumayan, menghangatkan badan.

Oh iya, ini adalah kali pertama gue beli bakso di dalam kereta. Sebelumnya, menu yang sering gue nikmati di kereta api adalah nasi sapi lada hitam.

So far, bakso 'Bakso Enak' KAI ini nilainya: biasa aja, buat gue. Tapi cukup buat penghangat badan dan memenuhi mulut dengan rasa asin. Kuahnya enak, bikin gue ngerasa kayak lagi menikmati Indomie kuah ayam bawang.

Biar kayak blogger-blogger review yang lain, gue kasih nilai 'Bakso Enak' ini 6 dari skala 10.

Itu cerita gue menikmati bakso kereta api pertama kali. Kalian pernah makan bakso ini juga nggak? menurut kalian gimana rasanya?

0 komentar:

Posting Komentar

Teman