31 Maret 2020

5

Pengalaman Pertama Turun ke Jalan: Women's March Jakarta 2020 & Gambar-gambarnya

Hampir di semua kampus, FISIP pasti terkenal sebagai sarang mahasiswa yang aktif bersuara dan melakukan aksi. Nggak jarang, ketika ada satu demo, orang-orang akan berkomentar, "anak FISIP tuh pasti yang bakar ban". Atau ketika lagi kenalan dan bilang kita jurusan FISIP, orang akan bertanya "terkahir ikut demo dimana?". Ya, umumnya anak FISIP akrab dengan aksi atau pun orasi. Tapi nggak buat gue. Selama kuliah di FISIP dulu, gue nggak pernah ikut aksi apa pun. Paling mentok ikut lomba 17-an antar jurusan.

Setelah lulus dan sadar gue nggak punya pengalaman demo sama sekali, gue menyesal. Ketika udah nggak berstatus 'mahasiswa', peluang ikut demo sangat kecil. Nama kita udah nggak ada di dalam list peserta demo kampus. Kalau pun nekat tetep ikut, kita bakal ngerasa gak pantes pakai jas almamater buat turun ke jalan.


Tidak ingin terpuruk dalam penyesalan, gue bertekad untuk ikut aksi turun ke jalan meskipun udah lulus. Dan, kesempatan itu akhirnya gue dapat bulan Maret lalu. Gue ikut marching International Women's Day Indonesia Jakarta dan menangkap beberapa momen disana.

























Serius ngelukis di tengah marching. Keren.



Gue seneng akhirnya gue bisa ngerasain 'turun ke jalan' meski tanpa jas almamater. Ditambah, gue bisa menyalurkan hobi untuk motret di marching tersebut.

Semua gambar di atas adalah hasil foto gue yang gue ambil pakai canon 70D dan iphone 6s. Feel free, kalian boleh save atau pun share foto-foto di atas kalau suka. Gue bakal seneng kalau kalian menuliskan nama gue -farih ikmaliyani- ketika ngeshare.

Location: Sarinah - Monas, Jakarta Pusat
Time: March 8th, 2020

Thanks Women's March Jakarta!

5 komentar:

  1. Gue baca berita, katanya peringatan IWD ini diwarnai kasus pelecehan oleh sesama peserta aksi ya? Sama katanya tahun ini pada gak kompak dan aksi terbagi di beberapa titik. Was it true?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah. iya, gimana, tuh, Far?

      Hapus
    2. Setau gue ya; ada pelecehan. Tapi yang ngelakuin security gitu di salah satu gedung yang dilewatin peserta march. Kebetulan yang dilecehin itu salah satu anak pejabat yang ikut march. Terus dia ambil mic yang buat orasi dan ceritain pelecehannya itu.

      Kalo terbagi, emang dari awal IWD tahun ini gabung sama 2 aksi lain.

      Hapus
  2. Malah salah fokus ama beberapa tulisan yang dibawa peserta demo.

    BalasHapus

Teman