Insto Dry Eyes atau Naik Unta?

By Farih Ikmaliyani - Juli 28, 2019

Ada banyak cara untuk menghemat budget ketika traveling. Salah satu dan yang paling sering gue lakukan adalah memangkas biaya transportasi.

Yep!
Menurut gue, biaya transportasi adalah yang paling fleksibel untuk diatur-atur dalam budgeting traveling. Gampang digoyang, cuy.

Soal transportasi, buat gue saat ini yang paling hemat, gampang, dan efisien adalah motor.

Kira-kira begini gambaran gue kalau lagi naik motor. Normal bukan?
Hampir semua perjalanan yang gue lakukan, kendaraan roda dua ini selalu jadi andalan. Bahkan ketika gue di Thailand tahun lalu, gue menggunakan motor untuk keliling kota di Nakhon Ratchasima. Gue berkendara layaknya warga lokal Thailand dan bahkan mendapat sapaan beberapa orang Thailand ketika bersisipan di jalan dengan bahasa mereka. Ofcourse, gue cuma senyum kecut sambil ngangguk-ngangguk sok ngerti. Nggak tau aja mereka yang disapa ini wong Jowo.

Selain lebih hemat, traveling naik motor membuat gue lebih mengenal tempat yang gue kunjungi. Misalnya waktu liburan tahun baru kemarin di Bali, gue jadi lebih ngerasa feel-nya Bali dibanding dengan menggunakan bus pariwisata atau mobil pribadi. Berkat mengendarai motor, gue bisa dengan mudahnya mampir di warung nasi jinggo pinggir jalan, parkir dengan leluasa, tanpa takut kendaraan gue nutupin jalan orang lain. Secara nggak langsung, gue jadi lebih nyaman nongkrong di warung nasi jinggo dan ngobrol banyak bareng si penjual.

See? Banyak keuntungan yang gue dapat ketika traveling naik motor. Meskipun begitu, naik motor apalagi jarak jauh punya beberapa kekurangan, terutama soal dampak langsung ke kesehatan badan. Yang paling gue sering rasakan adalah mata jadi pegel, sepet, dan perih akibat terlalu lama kena angin jalanan. Segala asap debu jahat masuk ke mata.


Hal ini sudah gue rasakan sejak lama. Sempat ingin mengganti motor dengan seekor unta jantan, namun gue urungkan. Gue belum siap ke pura di Bali dan nitipin unta ke tukang parkir dulu. "Pasti ada solusi yang lain!" kata hati gue waktu itu.

Setelah mencari tau, akhirnya gue ngerti bahwa mata gue yang sering pegel, sepet, dan perih ini adalah gejala dari mata kering. Wedew. Ternyata nggak cuma hati aja yang kering, mata juga bisa.

Setelah konsultasi ke beberapa pihak, akhirnya gue menemukan sahabat baik untuk mata kering gue ini nih. Kecil-kecil cabai kampus! Eh maap, cabai rawit maksudnya. Hiyaaa.

Yup, Insto Dry Eyes adalah solusi untuk masalah mata kering yang sering dialami pengendara motor macam gue ini.

Super cute
 Setelah sadar akan -nggak enaknya- mata kering dan -nggak enaknya- naik unta ke pura, gue memutuskan untuk selalu siap sedia Insto Dry Eyes kemana pun gue traveling. Bentuknya yang imut cocok di kantong, membuat gue mudah untuk membawanya.

Saku celana jeans juga masih sisa banyak!
Kadang, kalau pas di jalan mata gue lelah, gue tetesin 1-2 tetes Insto Dry Eyes ini. Jadi gejala mata kering seperti mata sepet, mata pegel, dan mata perih gampang dan cepat diatasi.

So, pilih bawa Insto Dry Eyes pas jalan-jalan atau ganti motor dengan naik unta?


Bye mata kering! :p

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. uwow, template blognya persis sama aku
    cuma bedanya.... headerku agak alay keramean, haha

    aku siap sedia insto dong di tas
    biar segera reda kalau mata kena debu/perih dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya sih, samaan kita! haha,

      Nah, pinter nih! Sedia insto sebelum mata pedih ye kaaan.

      Hapus
  2. Kamu lupa kalau ada aku yang bisa di jadikan model? Tinggal kontak apa salahnya?

    BalasHapus