11 Juni 2019

15

Pagi Itu Kamu Cantik Dan Aku Suka, Jakarta

Macet, rusuh, mahal, berantakan, kotor, adalah kata-kata yang sering muncul di benak gue ketika mendengar nama "Jakarta". Beberapa bulan yang lalu, gue selalu bersumpah kepada diri sendiri untuk tidak tinggal di Jakarta sampai kapan pun. Tapi, sumpah itu sedikit kendur di awal Mei kemarin, ketika gue berada di Ibu Kota untuk beberapa hari.

Sedikit banyak, Ibu Kota berusaha dan berhasil bikin gue luluh.

Yap, Jakarta cantik pagi itu, dan gue suka.


Pagi itu belum genap jam 6 pagi, gue memesan ojek online dari Jakarta Selatan ke daerah Kemayoran. Agak jauh dan masih lumayan dingin, gue pikir susah buat dapet driver. Ternyata gampang.

"Biasa narik jam segini Mas?" Gue bertanya di ketika di atas motor yang melaju menembus jalanan lengang Ibu Kota.

"Iya Mbak." Jawab abang ojek singkat.

"Jakarta enak ya Mas, jam segini adem."

"Iya Mbak, enak, belum macet." Jawab si abang. "Saya juga seneng narik jam segini."


Obrolan selama perjalanan berlanjut mengenai damainya Ibu Kota di pagi hari dan basa-basi sederhana antara penumpang dan supir ojek. Sesekali, gue ambil ponsel di saku jaket dan mengabadikan gambar Jakarta pagi itu dengan jepretan seadanya karena motor masih tetap melaju. Ya kali, gue suruh abang ojeknya berhenti dulu buat poto-poto dan ngefotoin gue. "Bang potoin bang buat postingan di blog." Kan nggak mungkin.


 Kawasan Jalan M.H. Thamrin dan Jend. Sudirman paling cantik, sih. Gue akuin itu. Gedung-gedung berjejer rapi, pengendara dan pengguna jalan saling mengerti hak dan kewajibannya. Kawasan itu bikin gue yakin pemerintah Indonesia dan masyarakat sudah bangun tidur dan sadar bahwa Indonesia, terutama ibu kota, perlu lari buat kejar ketinggalan dari negara-negara tetangga sebelah yang sudah lebih dulu membangun.

Kata salah seorang teman, kawasan daerah Bundaran HI itu memang baru selesai direnovasi dan ditata rapi, jadi cantik. Apalagi MRT ada disitu.


Semoga, cantiknya Jakarta pagi itu bisa berkembang ke jam-jam setelah pagi, kemudian menular ke kota-kota lain di Indonesia. Kalau semua kota cantik, kan, kita juga yang bahagia. Kayak gue gini di pagi itu. Hehe.

Teman