Senin, November 20, 2017

16

Mau Naik Gunung Apa di Jawa Timur?

Mahasiswa tingkat akhir tanpa piknik, sama kayak Marsha-bengek tanpa ngik-ngik. Nggak asik.

Skripsi dan teror pertanyaan kampret “mau ngapain setelah lulus?”, sangat mengganggu kesehatan jiwa raga kami. Untuk menyeimbangkannya, gue butuh piknik. Tapi lagi-lagi, masalah duit jadi problem klasik.

Gue nggak bisa piknik yang menghabiskan duit banyak. Piknik yang bisa gue lakuin harus yang efisien dari segi duit dan waktu.

Temen gue, Resti, kemarin ngajakin ke Jawa Timur, Malang dan sekitarnya. Dia bilang Jawa Timur cocok buat jadi destinasi liburan rakyat jelata kayak gue gini. Pantai, museum, kuliner, sampai laut, semua ada dan jaraknya nggak jauh. Jadi bisa ngerasain banyak spot dan menghemat biaya transport.

Gue tertarik.

“Ke Jawa Timur nggak lengkap kalau kita nggak ke gunungnya Rih.”

“Ada gunung yang anget nggak? Gue nggak suka dingin.” Serius, cuy. Gue nggak pernah naik gunung karena nggak suka hawa dingin. Hidup di Semarang aja, gue nggak punya kipas angin apalagi AC di kosan.

“Ada. Kawahnya Bromo tuh, panas.”

“Sialan. Gue serius ini.”

“Yaudah. Lo mau naik gunung apa? Cari tau gih, gunung-gunung di Jawa Timur sebelum lo naik."

Gue pun membuka google dan mulai mencari informasi tentang gunung-gunung cantik di Jawa Timur. Cocok nih buat referensi manusia cemen macem gue gini sebelum mendaki.


Gunung Bromo

sumber: www.pesonaindo.com
Ini adalah satu-satunya gunung yang pernah gue datangi. Gue pernah kesini tahun 2014 lalu bareng temen-temen dari Kampung Inggris, Kediri.

Keindahan Gunung Bromo, nggak perlu diragukan lagi. Sudah go inernasional cuy. Ibarat artis, ini Agnes Monica nih, versi gunung.

Untuk yang mageran kayak gue gini, Gunung Bromo adalah pilihan yang tepat. Puncak Gunung Bromo gampang dicapai, bahkan bisa lihat kawahnya secara langsung dengan jelas. Kalau kurang jelas, silakan lakukan roll depan ke arah kawah.

Yang paling menarik tentang liburan di Bromo adalah pemandangan saat matahari terbit. SUMPAH KEREN! Dan emang ini yang paling terkenal dari Bromo.

Gunung Bromo terletak di empat kabupaten: Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Tingginya 2.300 meter di atas laut. Sebelum menuju kawah, kalian bakal disuguhi pemandangan lautan pasir yang luas. Tiap tahun ada ritual suci suku Tengger disini.

Kalau kalian berangkat ke Bromo lewat kabupaten Malang, kalian bisa dapat banyak penerbangan ke Bandara Abdul Rahman Saleh, termasuk penerbangan milik Batik Air, terus lanjut perjalanan pakai transportasi darat ke Gunung Bromo.
Gunung Lawu

sumber: www.penabiru.com
Nah gunung ini yang cocok buat pendaki pemula. Walaupun tingginya sampai 3.200 mdpl, tapi medan menuju puncak gunung relatif mudah. Letaknya di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, jadi gampang buat gue kalau dari Semarang. Gunung Lawu ini ramai dikunjungi pendaki maupun penziarah, khususnya di bulan Suro.

Gunung Arjuno

sumber: upload.wikimedia.org
Nama Gunung Arjuno pasti sudah nggak asing buat para pendaki, khususnya buat yang aktif di dunia maya. Gunung dengan tinggi 3.300 meter ini terletak di perbatasan antara kabupaten Malang dan Mojokerto. Ada empat jalur pendakian yang bisa dipilih. Masing-masing jalur punya karakteristik dan daya tariknya sendiri.

Kalau kalian mendaki Gunung Arjuno, nggak ada salahnya lanjut naik ke Gunung Welirang yang letaknya bersebelahan. Kedua gunung ini ada di satu punggungan yang sama. Di Gunung Welirang kalian bisa menjumpai para penambang belerang.

Gunung Raung

sumber: www.phinemo.com
Gunung Raung bisa pilihan cocok buat yang suka tantangan nih. Letaknya di Banyuwangi dan gunung ini adalah gunung stratovolcanik aktif. Untuk mencapai puncaknya, kalian harus melalui medan pendakian ekstrem sepanjang 17 km yang sebagian besar berupa bebatuan terjal. Yang lebih menantang adalah, gunung ini tidak memiliki sumber air sehingga para pendaki harus membawa setidaknya 10 liter air untuk tiap pendaki. Disarankan bawa galon, bersama dispensernya, dan kopi satu renteng. Maka kalian akan jadi warung kopi dadakan. Perlu persiapan fisik, mental, kemampuan, dan pengalaman pendakian untuk bisa menaklukkan gunung ini. Jadi kalau kalian cuma pendaki amatir atau kayak gue yang mendaki gunung cuma buat foto-foto doang, mending jangan naik ke gunung ini.

Gunung Semeru

sumber: http://indosurflife.com
Gunung yang hits gara-gara dijadiin latar novel dan film ini adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa (3.676 meter di atas permukaan laut). Untuk mencapai puncaknya, kalian perlu melalui beberapa medan pendakian. Karena ketinggiannya, gunung ini bisa menguras tenaga. Tapi nggak usah khawatir karena ada pos-pos peristirahatan sebagai tempat berkemah selama pendakian.


Ranu Kumbolo. sumber: rizkirahmatia.files.wordpress.com
Satu spot paling terkenal dari Semeru adalah Ranu Kumbolo. Disini kalian bisa bikin tenda kemah dan beristirahat sambil menikmati keindahannya. Terus lanjut ada medan menanjak yang disebut tanjakan cinta. Di ujung tanjakan ini, padang bunga lavender Oro-Oro Ombo bisa bikin kalian lupa sama tugas kuliah sejenak.

Nah, untuk mengakses gunung-gunung di atas, beberapa alternatif transportasi bisa kalian pertimbangkan. Kalian bisa naik kereta api dan berhenti di stasiun-stasiun terdekat atau bisa menggunakan transportasi udara seperti Batik Air dan mendarat di bandara Malang atau Surabaya, kemudian lanjut perjalanan dengan transportasi darat. Beberapa maskapai termasuk Batik Air sudah melayani penerbangan dengan intensitas cukup tinggi ke Bandara Malang dan Surabaya.

Untuk kalian pengguna naga terbang, mohon maaf, belum bisa mendarat di Jawa Timur.

---

Sesuai kemampuan dan kemapanan, kayaknya gue bakal milih Gunung Bromo deh buat merefresh otak ini. Kalau kalian?

16 komentar:

  1. Wah mantap. Batik Air aja pas kok buat kantong mahasiswa.

    BalasHapus
  2. Temenku suka banget nih naik turun gunung. Aku pernah ke Bromo waktu masi kecil. Liburan ke Surabaya, dibangunin jam 2 pagi langsung capcus ke Bromo...
    cuma liat sunrise, naik kuda... udah itu aja... hahah hadeh.. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha berat sih emang liburan buat liat sunrise. Ngorbanin bangun siang.

      Hapus
  3. Bromooooo. Gue bahkan seumur idup belum pernah ke bromo. Payah banget. sebagai lelaki aku jadi merasa macho (lho?). Batik air emang katanya salah satu maskapai yang yahut punya siih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha main ke Bromo lah Di biar macho. (?)

      Iya cek lah langsung kali aja ada promo.

      Hapus
    2. Pengeeeeen gue... Tapiiiiii... *lalu seketika merenungi diri :(

      Hapus
    3. HAHAHAHAHA kemacoan lo harus ditest Di.

      Hapus
  4. Saya juga belum pernah mendaki. Gunung Munara pernah, sih. Tapi itu kata orang bukit, karena cuma 1.100 atau 1.200 gitu. Wahaha. Bromo dan Semeru pengin coba awalnya tuh begitu baca atau nonton 5cm. Tapi makin ke sini, kayaknya nggak lagi deh. Udah rame banget kayak pasar kata temen. :|

    Batik Air itu para pramugari/a, pilotnya, serta staf-staf pada pake batik nggak, Rih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukit adalah adeknya gunung. eh?

      Kalo Semeru, nggak juga deh aku kayaknya Yog. Ngebayangin ngedakinya aja 3 hari. Nggak nggak ...

      Hahaha harusnya sih iya Yog.

      Hapus
  5. Sama. Pengen ke Bromo jugak. Gak terlalu berat kek Semeru. Gak kuat betis aing :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Balik dari Semeru betih udah beranak pinak ya. ahhahaha

      Hapus
  6. Saya punya cita-cita pengen naik di puncak bromo

    BalasHapus
  7. Yawlaaa gue pengen bgt nih ke bromo. Impian gue dari dulu wkwk.
    Saran untuk roll ke depan kawah leh uga.

    Batik air ntaps deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha gas lah Lan. Keren banget Bromo. Apalagi kalo sunrise.

      Hapus

Teman

Jumlah Pembaca