31 Januari 2016

16

Anak Senang, Orang Tua Tenang, Kakak Nyaman dengan Acer Liquid Z320

Jagain adek atau anak yang masih kecil di zaman teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini susahnya minta ampun. Nggak cuma jagain si kecil dari bahaya jatuh ketika bermain, tapi juga jagain dari bahaya gadget.

Gue punya adek kelas 2 SD, namanya Aqsha, hobinya main game di gadget. Tiap hari yang dipegang gadget. Bangun tidur yang dicari gadget. Pulang sekolah langsung pegang tab. Baterai tab habis, ganti menggerayangi smartphone orang tua. Setelah smartphone orang tua meledak gara-gara panas, gantian ngerebut smartphone gue.

foto oleh Farih Ikmaliyani

foto oleh Farih Ikmaliyani

Orang tua jelas khawatir dan nggak tenang dengan kecanduannya Aqsha bermain gadget ini. Mereka takut Aqsha membuka konten-konten yang nggak sesuai umurnya. Tapi orang tua gue nggak bisa berbuat banyak. Mereka sibuk kerja dan nggak begitu paham mengenai teknologi. Maka, gue yang diberi mandat buat jagain Aqsha bermain gadget.

"Kak, adeknya dijagain ya jangan sampai buka konten yang ada pornonya."
"Iya Bu..."
"Kak, adeknya dijagain ya jangan sampai download-download game aneh-aneh."
"Iya Bu..."

Gue bingung. Gue galau. Masalahnya gue nggak bisa 24 jam ada di samping Aqsha buat jagain dia main gadget dan gue juga nggak terlalu cerdas mengenai teknologi. Gue nggak tau caranya ngeblokir konten-konten dan game berbahaya buat si Aqsha.

Hidup gue sebagai kakak mulai nggak nyaman. Gue disuruh nungguin Aqsha main game setiap hari dan ngecekin gadgetnya setiap kali dia selesai main. Gue harus memastikan lewat history internetnya, Aqsha buka apa aja, main game apa aja, dan nonton video apa aja.

Lelah lama-lama.

Kemudian gue berkhayal...
Andaikan ada gadget yang aman buat anak-anak.
Andaikan ada gadget yang aman buat anak-anak dan harganya murah.
Andaikan ada gadget yang aman buat anak-anak, harganya murah, dan fiturnya mewah.

Setelah mencari dan mencari, akhirnya gue menemukan smartphone yang cocok banget buat Aqsha dan memenuhi semua 'andaikan' yang tadi gue sebutin! Gue kira gadget kayak gitu cuma mimpi, ternyata beneran ada. Namanya Acer Liquid Z320!


Gila! Bentuk bodynya aja keren banget. Elegan, keren, kece, cantik, dan pas di tangan. Smartphone ini nggak cuma cantik fisiknya aja guys, tapi isinya juga cakep!

Yuk bahas.


Body belakang Acer Liquid Z320 ini memakai disain hairline brush yang memberi kesan kokoh dan juga dibuat melengkung agar pas digenggam satu tangan. Frame tengah dibuat dengan proses NCVM (Non-Conductive Vacuum Metalizing) yang memperkuat disain elegannya. Bobot yang hanya 14 gram membuat smartphone ini nggak terlalu berat untuk dipakai anak kecil.

Acer Liquid Z320 dibekali dengan layar berukuran 4.5-inch yang pas di tangan kita orang Indonesia dan didukung resolusi 854x480 pixel yang bikin baterai smartphone ini awet. Nggak jaman lagi hang-out bawa-bawa powerbank atau pun kabel charger.

Jenis layar yang digunakan Acer Liquid Z320 adalah In-Plane Switching (IPS) yang membuat layar tetap terlihat jelas ketika dipakai di bawah sinar matahari dan dari sudut pandang ekstrem mana pun. Apalagi ditambah teknologi BluelightShield yang membuat mata kita nggak capek ketika memakai smartphone ini dalam waktu yang lama. Cocok banget buat mata anak kecil kayak Aqsha.

Speaker Acer Liquid Z320 sudah menggunakan DTS Sound. Jadi suara yang dikeluarkan dari smartphone ini jernih dan lebih detail. Pakai earphone atau pun enggak, suaranya sama-sama jernih. Cocok buat dengerin lagu ketika lagi di perjalanan atau pun buat main game. Suara asik, game jadi terasa makin real.


Meskipun belum memakai 4G LTE, Acer Liquid Z320 sudah menggunakan kecepatan internet seluler HSDPA yang bisa mencapai kecepatan 42Mbps. Sudah cocoklah buat browsing, chatting segala macam tanpa menyedot banyak daya baterai.

Kamera gimana kamera?
Ini nih, yang dicari kakak gaul kayak gue ada di smartphone cantik ini. Kamera belakang 5MP dan kamera depan 2MP auto focus, serta fitur Gourmet Mode akan membuat gue semakin sering cekrak cekrek foto sana-sini. Gourmet Mode merupakan fitur kamera yang ada di kebanyakan smartphone canggih yang membuat kamera dapat menyesuaikan fokus dan warna saat kita memotret makanan. Jadi foto makanan akan terlihat lebih lezat dari aslinya. Misalnya saja kita motret semur jengkol, hasilnya akan terlihat seperti steak daging sapi!



Nah, itu tadi mengenai fitur smartphone biasa yang ada di Acer Liquid Z320.

Ada lagi fitur istimewa, spesial hanya di Acer Liquid Z320, dan inilah yang paling gue impikan selama menjadi seorang kakak, yaitu: Acer Liquid Z320 dilengkapi dengan fitur Kids Center!

Apa itu Kids Center?
Kids Center adalah sebuah ekosistem yang dirancang pada smartphone dan khusus ditujukan untuk anak-anak. Jika fitur Kids Center ini diaktifkan, maka smartphone akan full 100% berisi konten-konten yang aman buat anak-anak. Segala macam konten dewasa dan berbahaya untuk anak-anak nggak mungkin bisa masuk ke smartphone kita berkat Kids Center ini.

Dengan Kids Center, game yang dapat didownload si kecil pun terbatas hanya game anak-anak yang aman dan sesuai umur mereka. Orang tua atau pun kakak kayak gue ini juga nggak perlu repot jagain 24 jam dari dekat karena kita bisa membatasi pemakaian gadget si kecil dengan Kids Center.

Kids Center memiliki tampilan full color dan ikon-ikon di dalamnya yang warna-warni membuatnya beda dari tampilan android pada umumnya. Warnanya eye-catching, unyu, anak kecil jelas suka. Aqsha nggak bakal ngelirik smartphone gue lagi deh.

Kita juga nggak perlu cemas ketika anak atau adek kita merengek minta noton video di youtube. Tampilan youtube di Kids Center berbeda dengan tampilan youtube yang biasanya. Kids Center mendisain agar anak kecil tidak tersesat dengan mengklik saran-saran video yang nggak sesuai dengan umurnya. Dengan Kids Center, channel-channel yang muncul hanya channel-channel youtube yang edukatif dan sesuai dengan umur anak di bawah 12 tahun.


Terdapat juga fitur Coloring Pages yang memungkinkan anak atau adek kita tetap kreatif mewarnai dan yang menurut gue paling unik adalah fitur kamera di Kids Center. Gimana nggak unik coba. Kamera Kids Center Acer Liquid Z320 ini memungkinkan anak-anak berselfie ria dengan berbagai bingkai lucu di dalamnya. Jadi hasil selfie si kecil bisa keliatan lebih unyu gitu dengan bingkai-bingkai lucunya. Apalagi galeri penyimpanan foto anak terpisah dari galeri utama. Jadi adek kita nggak bisa lihat foto mesra kita sama pacar deh. HAHAHA.

Dengan segala macam kecanggihan smartphone Acer Liquid Z320 tadi, nggak bikin smartphone ini jadi susah dioperasikan kok. Pengaturannya mudah dipahami untuk para orang tua yang gaptek (gagap teknologi) kayak orang tua gue. Orang tua atau kakak cukup membuat akun untuk segala pengaturan Kids Center dan membatasi konten untuk si kecil.


Harga yang ditawarkan untuk smartphone sekeren ini hanya berkisar 1 juta rupiah. Tepatnya Rp999.000,00 kata website resmi Acer. Murah banget kan!

So, tunggu apa lagi? Yuk beli smartphone mewah harga murah ini buat adek-adek atau anak-anak kita. Dengan Acer Liquid Z320, anak senang, orang tua tenang, kakak nyaman! \=D/

20 Januari 2016

15

Manusia Dunia Maya

Weekend, weekday, gue nggak bisa bedain. Jadwal hidup sekarang berantakan. Dulu, gue selalu ingat apa yang harus gue kerjain di weekend ini. Sekarang, gue nggak tau mau ngapain. Pengennya tidur mulu. Apalagi ditambah sekarang libur semester. Behhh, tidur aja tiduuur.

Well...

Banyak tulisan yang udah terbang-terbang di kepala berontak minta dituangin ke blog sejak berhari-hari yang lalu. Tapi sialnya, gue males nulis dan tulisan itu rata-rata bertema galau. Gue nggak mau blog ceria ini berubah jadi blog sedih yang tiap orang liat headernya aja langsung nangis di bawah shower. Gue nggak mau.

Awal tahun yang buruk.
Resolusi mau rajin ngeblog udah diawali beginian.
Fak.

Oke. Malam Minggu ini, gue paksain buat nulis tulisan ceria. Sesuatu yang gue usahain nggak galau.

---

Sumber

Gue adalah manusia yang sering banget dikacangin di grup line. Entah itu grup kelas, grup UKM, bahkan grupnya Kresnoadi. Gue ngerasa nggak nyambung dengan pembicaraan anak-anak yang selalu muncul di grup itu dan tiap gue muncul, suasana grup berasa kayak,

"Ah udah ah, ngantuk nih ngantuk. Tidur aja yuk. Bye!"
"Yah ada si Farih. Skip aja skip!"
"Sayang, aku telat datang bulan, nih."

Kan, sakit.

Mungkin, gue bukan tipe manusia dunia maya yang asik di grup sosial media seperti itu. Makanya gue nggak bisa masuk ke dunia mereka. Mereka yang lebih asik asik di facebook, grup chat, youtube, bahkan primbon sekalipun dibandingkan di dunia nyata, adalah manusia dunia maya.

Setelah gue amati, gue mulai paham tentang si manusia dunia maya ini.

Manusia dunia maya biasanya pasif di dunia nyata. Mereka berisik di dunia maya tapi diem di dunia nyata. Seperti beberapa teman kelas gue. Di grup berisik, tapi pas ketemu diem kayak lagi nahan boker sebulan. Ada lagi, pendiem banget orangnya tapi ketika gue cek blognya, keren banget sumpah anjir. Pinter badai dia ngerangkai kata-kata. Blognya keren.

Menurut gue, itu dikarenakan orang-orang dunia maya lebih nyaman berkomunikasi dengan menggunakan tulisan daripada lisan. Mereka nggak pede buat ngomong secara lisan, tapi fasih jika lewat tulisan.

Kehadiran mereka juga lebih ditanggapi di dunia maya daripada nyata. Ya kembali lagi, karena cara komunikasi mereka di dunia maya lebih bagus daripada ketika di dunia nyata.

Manusia dunia maya (biasanya) memiliki sedikit teman di dunia nyata. Karena mereka kurang bisa berkomunikasi dengan baik secara langsung tadi, mereka akhirnya memiliki sedikit teman di dunia nyata dan menemukan teman-temannya di dunia maya.

Atau bisa juga, sedikit teman di dunia nyata yang bikin mereka akhirnya mencari teman di dunia maya. Seperti misalnya, orang bekerja sebagai kasir warnet. Berjam-jam duduk doang di kotak kecil dan mau nggak mau, dia cuma bisa berkomunikasi lewat komputer yang ada di depannya. Tanpa harus berinteraksi dengan banyak orang secara langsung kecuali pelanggan mau bayar.

Nggak jarang, manusia dunia maya sering mendapat julukan "freak" di dunia nyata. Karena mereka dianggap aneh. Aneh dalam cara mereka bergaul, berkomunikasi secara langsung tentunya.

Manusia dunia maya memiliki imajinasi yang besar. Manusia dunia maya biasa berekspektasi tentang kehidupan mereka selanjutnya.

Contohnya ketika manusia dunia maya nemuin kekasih mereka di dunia maya juga. Mereka belum pernah saling tatap mata secara langsung, tapi udah saling cinta. Tanpa imajinasi yang begitu indah, darimana mereka akan saling cinta?

Kemudian mereka berimajinasi.
Jika suatu hari aku bertemu dia, aku mau tampil rapi ah. Kemeja warna biru itu kayaknya bagus deh dipakai pas ketemu dia nanti.

Dan ketika mereka dalam kesepian, membayangkan.
Andai gue sama dia deket, hari ini pasti kita gak bosen di rumah masing-masing.

---

Kadang gue pengen jadi manusia dunia maya. Bahagia mereka sederhana. Laptop, internet, dan pelengkapnya secangkir kopi.

Bahkan ketika pacar bilang "nanti malem webcaman yuk." rasanya seneng banget.

Dan ketika patah hati, manusia dunia maya hanya tinggal mematikan laptopnya dan kembali beraktivitas di dunia nyata sesibuk mungkin.

Nggak sesusah manusia dunia nyata. Ketika dia ada masalah atau patah hati disini, segencar-gencarnya dia berselancar di dunia maya, pada akhirnya dia tetap harus balik ke dunia nyata dan itu sakit.

Gue sendiri menyimpulkan bahwa gue ini manusia dunia nyata. Karena, pertama jelas banget: gue sering diskip di grup secara kasat mata dan kedua: gue nggak bisa segampang matiin laptop buat ngelupain masalah.

-ini lo nulis apaan sih Rih, nggak jelas banget dah, kayak hidup lo! Random mulu aja tulisan lo!

Hmmm.
Nggak tau. Gue tiba-tiba aja kepikiran masalah manusia dunia maya ini dan kenapa ujung-ujungnya tetap galau ya?

Bangke.

Menurut kalian gimana sih? Ada pendapat lain mungkin mengenai manusia dunia maya?

-yaelah malah diskusi!

PS: Percayalah. Gue udah mulai nulis postingan ini sejak malem Minggu kemarin dan baru gue selesaiin malem ini, malem Kamis. Good.

1 Januari 2016

22

Say Hi to 2016!

Selamat siang! \=D/
Eh, udah 2016 aja. Cepet banget sih kamu datengnya? 2015-nya kemana? Udah pergi? Hmm.

sumber

Beberapa orang tadi malam ngerayain malam tahun baru dengan hepi-hepi di keramaian. Liat kembang api, niup terompet, atau sesimpel masak-masak bareng orang terdekat. Gue nggak gitu.

Tahun ini gue memilih di rumah anteng bareng keluarga. Karena gue pikir, nggak adil kalo beberapa tahun kemarin malam tahun baru gue selalu di luar sama temen-temen tapi nggak pernah sama keluarga.

Anyway, 2015 adalah tahun yang 'buruk' sekaligus tahun yang memberikan banyak pelajaran. Di tahun 2015, ada banyak masalah yang membatasi gue berkarya dan main-main. Tapi juga tahun dimana blog gue ini hidup kembali, setelah sekian lama mati.

Ada pelajaran di setiap masalah, right? Thanks 2015, you give me so much lesson.

Hari ini, lembar pertama dari 366 halaman kosong. Banyak harapan gue yang semoga bisa terkabul di tahun yang baru ini. Salah satunya adalah gue segera menjalankan usaha real offline (karena selama ini gue hanya memiliki usaha online) yang udah gue perhitungkan tetek bengeknya dari lama. Yeay!

Dan tentunya resolusi untuk blog; semoga gue lebih sering nulis, tulisan semakin bagus, draf-drafnya nggak makin numpuk, dan blog sederhana ini semakin rame. Terimakasih untuk kalian yang nyediain waktu dan kuotanya untuk baca tulisan di blog ini. Hehehe. Kalian keren!

Gue juga berencana ngeseriusin akun youtube gue dengan lebih sering upload video.

Yang pasti gue berharap, tahun 2016 menjadi tahun yang sangat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, makin mendekatkan gue dengan keluarga, impian, dan cita-cita.

Amiiin.

Kita semua pernah menjadi kembang api di tahun baru seseorang.
Terbang,
melayang,
menyala,
meredup,
kemudian selesai.

Kampret.

Tulisan itu nggak sengaja kebaca dari line barusan.

Teman