13 Desember 2015

31

Tulisan Random Antara Gue dan Stasiun

Siapa yang tau kapan orang datang, singgah, dan pergi dari hidup kita? Kadang gue pengen ke rumah Tuhan, pinjem jadwal orang yang dateng ke kehidupan gue dan gue liat durasi mereka singgah di hidup gue ini berapa lama.


Gue ada di stasiun saat itu. Terik siang hari Minggu bikin penglihatan makin samar meskipun gue udah pake kaca mata.

Ramai, itu yang gue liat. Gerombolan orang berkumpul di pintu masuk stasiun. Ada yang sibuk memperhatikan jam tangan, beli tiket, dan buka tutup menu HP-nya secara nggak jelas biar keliatan sibuk. AGB gaul.

Silih berganti kereta datang dan pergi. Datang, berhenti sejenak di stasiun, kemudian jalan lagi ke tujuan selanjutnya.

Ada hal yang bikin gue mikir sejenak. Gue ngerasa ada hubungan antara gue, stasiun, kereta, dan orang-orang di kehidupan gue.

Gue ngerasa seperti stasiun dan orang-orang yang ada di hidup gue ini sebagai keretanya. Mereka datang, singgah, lalu pergi lagi. Silih berganti kereta datang dan pergi. Sama kayak orang yang ada di kehidupan gue. Datang, singgah, dan pergi bergantian tanpa bisa gue larang.

Meskipun sang stasiun menyukai satu kereta, kereta tersebut nggak bisa berada di satu stasiun itu selamanya.

Siapa yang ngatur jadwal kedatangan, singgah, dan kepergian orang-orang yang ada di kehidupan gue ini? Tuhan. Dan sayangnya, Tuhan nggak ngasih tau jadwalnya itu.

Andaikan gue tau sampai kapan orang yang gue sayang singgah di hidup gue. Andaikan gue tau dua tahun lagi hidup gue bakal kedatangan siapa. Andaikan gue tau orang-orang nyebelin di hidup gue ini perginya kapan. Hahaha.

Orang tua juga termasuk salah satu kereta. Kita nggak tau dua manusia tersayang itu pergi dari hidup kita kapan. Tapi pasti pergi. Atau kita yang pergi ninggalin mereka.

Ada kereta yang pergi untuk selamanya karena masa, ada yang pergi untuk singgah di stasiun lain. Intinya pergi dari kita.

Kadang hidup memang butuh kejutan.

Sama seperti stasiun yang cuma bisa diem menerima kedatangan atau kepergian kereta, kita juga sama. Gue dan kalian, cuma bisa pasrah ketika ada yang datang atau pergi dari hidup kita. Kita nggak bisa nolak, karena semua itu udah diatur Tuhan.

Yang bisa kita lakuin adalah memperlakukan orang yang sedang singgah di hidup kita sebaik mungkin. Kita harus pandai menggunakan waktu singgah mereka yang kita nggak tau durasinya seberapa lama ini. Mau memperlakukan mereka seperti apa, itu pilihan.

Kita nggak bisa iri ketika kereta yang kita suka berhenti di stasiun lain. Itu adalah bagian dari perjalan kereta yang sudah dijawalkan.

Tapi yakin. Kereta yang datang dan pergi udah dijadwalkan secara tepat dan memiliki tujuan yang jelas, pun sama seperti orang di hidup kita. Tuhan telah mengatur waktu datang dan pergi mereka sedemikian sempurna dan pasti memiliki tujuan.

Ya gitu. Orang datang, singgah, dan pergi dari hidup kita tanpa kita ketahui waktunya kapan.

Hemmm.
Random banget postingan gue kali ini. Kejadian di stasiun ini sebenernya udah beberapa minggu yang lalu. Tapi baru sempet gue selesaiin. Eh malah makin random hasilnya. Hahaha.

Btw akhir-akhir ini gue kehilangan mood dan gairah dalam menulis. Entah apa alasannya. Mungkin di hidup gue sedang ada kereta yang mulai beranjak pergi?

Teman