Sabtu, November 21, 2015

10

[Review Film] Badoet - Awi Suryadi, keren!


Nonton film adalah salah satu obat yang sangat ampuh untuk menghilangkan badmood. Ramainya bioskop, suasana ketika sudah duduk di dalam bioskop, dan alur cerita film mampu bikin pikiran kita melayang ke dunia lain dan bikin mood membaik dalam hitungan menit.

Kemarin gue lagi badmood, ada sedikit masalah. Iseng gue cek aplikasi Cinema21 dan nemuin film Badoet udah tayang. Nggak ambil pusing, gue yang emang sedang sangat menunggu film ini langsung berangkat ke bioskop bareng temen yang kebetulan sedang nganggur berat.

Sampe bioskop, film Badoet udah berjalan 10 menit. Nggak masalah, tetep gass.

 

Film Badoet adalah film horor Indonesia yang memakai karakter badut sebagai tokoh hantu utamanya. Badut yang seharusnya lucu dibuat sedemikian seram di film ini. Hidung yang biasanya bulat merah besar, jadi cacat kepotong. Senyum lebar yang harusnya lucu, jadi serem. Menurut gue, Awi Suryadi sukses bikin badut jadi amat sangat serem disini. Kenangan mantan aja kalah seremnya.

Film yang disutradarai Awi Suryadi ini dibintangi oleh Daniel Topan, Ratu Felisha, Christoffer Nelwan, Marcel Chandrawinata, Aurelie Moeremans, Tiara Westlake, dan Ronny P. Tjandra. Mungkin banyak nama yang kurang familir di telinga pecinta film Indonesia, tapi itu nggak bikin film yang berlatar rumah susun sederhana ini kehilangan kekerenannya.

Film Badoet menceritakan tentang kehidupan di rumah susun yang awalnya hangat dan penuh kekeluargaan berubah menjadi penuh teror sadis. Anak-anak yang awalnya bermain ceria satu per satu tewas bunuh diri. Teror ini diawali dari penemuan kotak musik oleh anak kecil bernama Vino. Donald (Daniel Topan), Farel (Christoffer Nelwan), dan Kayla (Aurelie Moeremans), tetangganya Vino penasaran dan mencari tahu penyebab kematian anak-anak itu apa.



Dengan bantuan Nikki (Tiara Westlake), teman Donald yang indigo, akhirnya mereka bisa tau apa yang sebenarnya terjadi di rumah susun itu. Teror itu berasal dari mana, apa penyebabnya, dan gimana cara mengatasinya. Sukses nggak Donald cs? Donald itu siapanya pemilik McD?

Secara keseluruhan film ini keren-abis! Meskipun telat 10 menit, 70 menit sisanya bisa bikin gue penasaran, deg-degan, geregetan pengen nikah. Sutradara asal Lampung ini mampu bikin setiap menit di film penuh arti. Nggak ada scene yang sia-sia apalagi scene bokep-bokep nggak jelas. 100% adegan di film ini yahud. No pantat, no belahan tetek, no setan keramas. Halal.

Sosok badutnya sendiri sangat sedikit tampil di dalam film. Sebagai pemeran utama, gue rasa badut kurang hits. Dia muncul sebentar-sebentar doang. Tapi teror-terornya itu, beh...nggak usah muncul udah bikin dahi berkerut. Buat sebagian orang, suara musik dari kotak musik kuno ngeri, dan semakin ngeri di film ini.

Sebelum tayang, Film Badoet mendapat tawaran tayang di India dan Amerika. Two thumbs up! Keren banget! Belum tayang lho gaes, belum tayang! Darimana coba produser-produser bule itu tau kalo film Badoet bagus? Hah.

But, ada sedikit miss di film Badoet. Menurut gue aneh aja, 2 kejadian anak bunuh diri diperlihatkan. Cuma 1 kejadian anak bunuh diri aja yang nggak diliatin. Kenapa ya? Jeng jeng jeng! Dan, kalo kata temen gue sinematografinya kurang. Banyak kamera goyang. Tapi nggak papa, bukan pantat yang goyang.

Katanya film Badoet ini mirip film import The Clown ya? Gue belum nonton The Clown, jadi belum bisa bandingin. Coba dong, yang udah pernah nonton The Clown, reviewnya?

Yuk, yang belum nonton Badoet nonton gih. Film lokal kok, murah tiketnya. Support local movie, sekali-kali. Di bioskop ya nontonnyaaa. :p

10 komentar:

  1. Hehe. Itu kampret ya pertanyaannya. Donald siapa McDonalds? Entahlah, yang jelas kayaknya Donald di film itu gak suka makan kentang. Sukanya ayam keefsi.

    Ternyata beda ya sama Clown. Beda banget perasaan, Rih. The Clown filmnya agak gak realistis. Tokohnya pake baju badut tapi bajunya gak mau terlepas. Bajunya kayak ada lem supernya gitu. Anak-anak di film Clown juga bukan bunuh diri, tapi dimakan sama tokoh utamanya. Huaaaa keren deh ini film. Bisa ditonton bareng ponakan kayaknya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah...itu kan saingannya McD hahaha.

      Kok kayak gosipnya Teletubies ya? Kostumnya gak bisa lepas. Layak ditonton juga nih The Clown.

      Jangan. Ntar ponakan lo takut sama badut malahan. Haha.

      Hapus
  2. dari awal udah penasaran banget sama film ini.

    BalasHapus
  3. dalam hal ini horor indonesia sudah ada sedikit kemajuan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Semoga maju terus kedepannya. :))

      Hapus
  4. hampir gue masuk ke dalam jebakan temen2 gue beberapa waktu lalu yang usilnya nyebelin banget. tau gue takut badut, diajakin nonton beginian. di awal mereka nggak bilang mau nonton ini. bilangnya, "udah ikut aja deh.."
    BAH!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya nonton nggak? Hahaha. Di bioskop gimana tuh?? Nggak ngebayangin orang-orang yang parno sama badut beserta musik-musiknya nonton film ini. :D

      Hapus

Teman

Jumlah Pembaca