13 Desember 2015

31

Tulisan Random Antara Gue dan Stasiun

Siapa yang tau kapan orang datang, singgah, dan pergi dari hidup kita? Kadang gue pengen ke rumah Tuhan, pinjem jadwal orang yang dateng ke kehidupan gue dan gue liat durasi mereka singgah di hidup gue ini berapa lama.


Gue ada di stasiun saat itu. Terik siang hari Minggu bikin penglihatan makin samar meskipun gue udah pake kaca mata.

Ramai, itu yang gue liat. Gerombolan orang berkumpul di pintu masuk stasiun. Ada yang sibuk memperhatikan jam tangan, beli tiket, dan buka tutup menu HP-nya secara nggak jelas biar keliatan sibuk. AGB gaul.

Silih berganti kereta datang dan pergi. Datang, berhenti sejenak di stasiun, kemudian jalan lagi ke tujuan selanjutnya.

Ada hal yang bikin gue mikir sejenak. Gue ngerasa ada hubungan antara gue, stasiun, kereta, dan orang-orang di kehidupan gue.

Gue ngerasa seperti stasiun dan orang-orang yang ada di hidup gue ini sebagai keretanya. Mereka datang, singgah, lalu pergi lagi. Silih berganti kereta datang dan pergi. Sama kayak orang yang ada di kehidupan gue. Datang, singgah, dan pergi bergantian tanpa bisa gue larang.

Meskipun sang stasiun menyukai satu kereta, kereta tersebut nggak bisa berada di satu stasiun itu selamanya.

Siapa yang ngatur jadwal kedatangan, singgah, dan kepergian orang-orang yang ada di kehidupan gue ini? Tuhan. Dan sayangnya, Tuhan nggak ngasih tau jadwalnya itu.

Andaikan gue tau sampai kapan orang yang gue sayang singgah di hidup gue. Andaikan gue tau dua tahun lagi hidup gue bakal kedatangan siapa. Andaikan gue tau orang-orang nyebelin di hidup gue ini perginya kapan. Hahaha.

Orang tua juga termasuk salah satu kereta. Kita nggak tau dua manusia tersayang itu pergi dari hidup kita kapan. Tapi pasti pergi. Atau kita yang pergi ninggalin mereka.

Ada kereta yang pergi untuk selamanya karena masa, ada yang pergi untuk singgah di stasiun lain. Intinya pergi dari kita.

Kadang hidup memang butuh kejutan.

Sama seperti stasiun yang cuma bisa diem menerima kedatangan atau kepergian kereta, kita juga sama. Gue dan kalian, cuma bisa pasrah ketika ada yang datang atau pergi dari hidup kita. Kita nggak bisa nolak, karena semua itu udah diatur Tuhan.

Yang bisa kita lakuin adalah memperlakukan orang yang sedang singgah di hidup kita sebaik mungkin. Kita harus pandai menggunakan waktu singgah mereka yang kita nggak tau durasinya seberapa lama ini. Mau memperlakukan mereka seperti apa, itu pilihan.

Kita nggak bisa iri ketika kereta yang kita suka berhenti di stasiun lain. Itu adalah bagian dari perjalan kereta yang sudah dijawalkan.

Tapi yakin. Kereta yang datang dan pergi udah dijadwalkan secara tepat dan memiliki tujuan yang jelas, pun sama seperti orang di hidup kita. Tuhan telah mengatur waktu datang dan pergi mereka sedemikian sempurna dan pasti memiliki tujuan.

Ya gitu. Orang datang, singgah, dan pergi dari hidup kita tanpa kita ketahui waktunya kapan.

Hemmm.
Random banget postingan gue kali ini. Kejadian di stasiun ini sebenernya udah beberapa minggu yang lalu. Tapi baru sempet gue selesaiin. Eh malah makin random hasilnya. Hahaha.

Btw akhir-akhir ini gue kehilangan mood dan gairah dalam menulis. Entah apa alasannya. Mungkin di hidup gue sedang ada kereta yang mulai beranjak pergi?

27 November 2015

14

Gratisan Kompas Kampus

Dimana ada gula, disitu ada semut. Dimana ada yang gratis, disitu ada mahasiswa.

Mahasiswa. Belanja nggak kenal kwalitas yang penting murah, makan nggak peduli gizi yang penting kenyang, seminar nggak peduli materinya apa yang penting dapet makan gratis.

Gratis.

Layaknya mantra sihir, kata 'gratis' dapat merubah orang dengan mudahnya. Yang tadinya mager jadi semangat, yang tadinya putus asa jadi menemukan gairah hidup kembali, yang tadinya jelek, tetep jelek, sih.

Seperti hari ini tadi. Kampus gue kedatangan Kompas tv. Mereka ngadain acara Kompas Kampus dan itu gratis. Tanpa pikir panjang, gue langsung daftar dan ikut acara Kompas Kampus tersebut. Gratis cuy!

Selesai kuliah pagi gue langsung berangkat ke Gedung Soedarto Universitas Diponegoro dengan santainya dan ngerasa paling awal untuk menukarkan tiket acara Kompas Kampus. Tapi baru sampai parkiran gedung gue langsung lemes. Antrian penukaran tiket udah panjang banget. Gue lupa semboyan dimana ada yang gratis, disitu ada mahasiswa.

Gue masuk ke dalam lautan antrian itu, sendirian. Kesenggol sana, keinjek sini, scroll atas scroll bawah sok-sokan main hape biar keliatan sibuk. Inilah, kemandirian yang berlebihan.

Setelah sekian lama mengantri, akhirnya gue berada di urutan ke-7 antrian. Depan gue adalah mbak-mbak baju kuning. Sembari mengantri, gue sms temen. Setelah selesai sms dan pandangan kembali ke depan, mbak-mbak baju kuning telah tiada. Gue sedih. Belum sempat berkenalan, dia sudah dipanggil Tuhan. Gue nangis di tengah-tengah antrian.

Enggak ding.
Enggak gitu.

Setelah melihat ke depan lagi, yang berdiri di depan gue bukan mbak-mbak baju kuning tadi melainkan mbak-mbak baju merah. Gue sadar mbak-mbak ini nyerobot antrian. Mbak ini mungkin nggak tau perjuangan gue yang sendirian kepanasan, capek kesenggol sana kesenggol sini, dan tiba-tiba antriannya diserobot gitu aja. Kesel. Kzl. KZL. Gue colek bahunya.

Gue: Mbak, ngantri dong jangan nyerobot antrian.
Mbak: Saya daritadi disini kok.
Gue: Tadi bukan mbak yang di depan saya. Ngantri dong.
Mbak: Saya daritadi disini.
Gue: Mana ada tadi mbak nggak di depan saya. Ngantri dong!
Mbak: Saya daritadi disini.
Gue: Ngantri dong mbak!
Mbak: Saya daritadi disini!
Gue: Ngantri dong mbak!!!
Mbak: Saya daritadi disini!!!!!
Gue: LO LAHIR DISINI APA GIMANA??!!!
Mbak: IYA! GUE DARI LAHIR UDAH DISINI MAU APE LO???!!!!!
Gue: *gigitin kabel sound system*

Mungkin sesuatu yang gratis bisa sampe bikin orang lupa lahir dimana. Miris sebenernya. Tapi nggak munafik juga gue pernah begitu, nyerobot antrian. Meskipun sedikit demi sedikit gue udah mulai sadar diri dan mengubah kebiasaan buruk itu.

Kalo mental orang Indonesia begini terus, kapan bisa maju? Tapi serem juga kalo Indonesia maju. Bisa tabrakan sama Singapura. Lah. Yuk berubah bareng-bareng. Yang tadinya suka nyerobot antrian dari belakang tiba-tiba udah di paling depan, diubah yuk nyerobotnya sampe tengah aja, jangan langsung ke depan. Nggak papa berubah sedikit demi sedikit.

Btw, acara Kompas Kampus itu dilaksanakan 2 hari, hari ini dan kemarin (25 & 26 November). Pas hari ke dua (tadi) gue sengaja bawa kamera. Bintang tamunya Pak Ganjar Pranowo, Tukul Arwana, Rosiana Silalahi, Kuntho Aji, Comic, dan The Finest Tree. Nggak banyak hasil kameranya, karena gue telat dan dapet barisan belakang. Barisannya mas-mas tinggi yang nontonnya sambil berdiri. 50% acara nonton Kompas Kampus gue habiskan untuk menonton punggung mas-mas. Huhuhu.

Ini beberapa foto yang gue ambil.












PS: Gue ngetik ini kemarin. Karena belum sempet posting, gue posting hari ini. Dan foto-fotonya masih mentah.

21 November 2015

10

[Review Film] Badoet - Awi Suryadi, keren!


Nonton film adalah salah satu obat yang sangat ampuh untuk menghilangkan badmood. Ramainya bioskop, suasana ketika sudah duduk di dalam bioskop, dan alur cerita film mampu bikin pikiran kita melayang ke dunia lain dan bikin mood membaik dalam hitungan menit.

Kemarin gue lagi badmood, ada sedikit masalah. Iseng gue cek aplikasi Cinema21 dan nemuin film Badoet udah tayang. Nggak ambil pusing, gue yang emang sedang sangat menunggu film ini langsung berangkat ke bioskop bareng temen yang kebetulan sedang nganggur berat.

Sampe bioskop, film Badoet udah berjalan 10 menit. Nggak masalah, tetep gass.

 

Film Badoet adalah film horor Indonesia yang memakai karakter badut sebagai tokoh hantu utamanya. Badut yang seharusnya lucu dibuat sedemikian seram di film ini. Hidung yang biasanya bulat merah besar, jadi cacat kepotong. Senyum lebar yang harusnya lucu, jadi serem. Menurut gue, Awi Suryadi sukses bikin badut jadi amat sangat serem disini. Kenangan mantan aja kalah seremnya.

Film yang disutradarai Awi Suryadi ini dibintangi oleh Daniel Topan, Ratu Felisha, Christoffer Nelwan, Marcel Chandrawinata, Aurelie Moeremans, Tiara Westlake, dan Ronny P. Tjandra. Mungkin banyak nama yang kurang familir di telinga pecinta film Indonesia, tapi itu nggak bikin film yang berlatar rumah susun sederhana ini kehilangan kekerenannya.

Film Badoet menceritakan tentang kehidupan di rumah susun yang awalnya hangat dan penuh kekeluargaan berubah menjadi penuh teror sadis. Anak-anak yang awalnya bermain ceria satu per satu tewas bunuh diri. Teror ini diawali dari penemuan kotak musik oleh anak kecil bernama Vino. Donald (Daniel Topan), Farel (Christoffer Nelwan), dan Kayla (Aurelie Moeremans), tetangganya Vino penasaran dan mencari tahu penyebab kematian anak-anak itu apa.



Dengan bantuan Nikki (Tiara Westlake), teman Donald yang indigo, akhirnya mereka bisa tau apa yang sebenarnya terjadi di rumah susun itu. Teror itu berasal dari mana, apa penyebabnya, dan gimana cara mengatasinya. Sukses nggak Donald cs? Donald itu siapanya pemilik McD?

Secara keseluruhan film ini keren-abis! Meskipun telat 10 menit, 70 menit sisanya bisa bikin gue penasaran, deg-degan, geregetan pengen nikah. Sutradara asal Lampung ini mampu bikin setiap menit di film penuh arti. Nggak ada scene yang sia-sia apalagi scene bokep-bokep nggak jelas. 100% adegan di film ini yahud. No pantat, no belahan tetek, no setan keramas. Halal.

Sosok badutnya sendiri sangat sedikit tampil di dalam film. Sebagai pemeran utama, gue rasa badut kurang hits. Dia muncul sebentar-sebentar doang. Tapi teror-terornya itu, beh...nggak usah muncul udah bikin dahi berkerut. Buat sebagian orang, suara musik dari kotak musik kuno ngeri, dan semakin ngeri di film ini.

Sebelum tayang, Film Badoet mendapat tawaran tayang di India dan Amerika. Two thumbs up! Keren banget! Belum tayang lho gaes, belum tayang! Darimana coba produser-produser bule itu tau kalo film Badoet bagus? Hah.

But, ada sedikit miss di film Badoet. Menurut gue aneh aja, 2 kejadian anak bunuh diri diperlihatkan. Cuma 1 kejadian anak bunuh diri aja yang nggak diliatin. Kenapa ya? Jeng jeng jeng! Dan, kalo kata temen gue sinematografinya kurang. Banyak kamera goyang. Tapi nggak papa, bukan pantat yang goyang.

Katanya film Badoet ini mirip film import The Clown ya? Gue belum nonton The Clown, jadi belum bisa bandingin. Coba dong, yang udah pernah nonton The Clown, reviewnya?

Yuk, yang belum nonton Badoet nonton gih. Film lokal kok, murah tiketnya. Support local movie, sekali-kali. Di bioskop ya nontonnyaaa. :p

7 November 2015

31

[Review Film] Paranormal Activity The Ghost Dimension - Gregory Plotkin

Seperti yang sudah diutarakan di postingan sebelumnya, gue nungguin film Paranormal Activity dan akhirnya beberapa hari yang lalu gue nonton juga. Yeay!

Ekspektasi : teriak-teriak, kaget, deg-degan, minta nikah.
Realita : diem, doang.


Gue sendiri sebenernya nggak ngikutin film Paranormal Activity dan lupa-lupa film yang pertama gimana, kedua gimana, ketiga gimana. Yang gue tau, Paranormal Activity itu film horor yang nayangin gambar setan dari kamera CCTV. Ya. Pengetahuan gue secetek itu.

The Ghost Dimension adalah sekuel kelima dan film keenam dari deretan film Paranormal Activity yang beredar mulai tahun 2009. Film ini masih ngelanjutin film sebelumnya yang setannya belum jelas. Jika di Paranormal Activity sebelumnya kita cuma bisa liat aktivitas sang setan yang masih samar-samar, Gregory Plotkin bikin si setan keliatan di film yang mulai tayang tanggal 28 Oktober ini. Sesuai sama tagline filmnya: For The First Time You Will See The Activity, dan bener, kita bakal liat aktivitas setan yang sebenarnya.

Paranormal Activity The Ghost Dimension menceritakan tentang keluarga Ryan (Chris J. Murray), Emily (Brit Shaw), dan anak mereka Leila (Ivy George) yang menempati rumah baru. Awalnya mereka hidup bahagia, nggak ada masalah, kayak keluarga Raffi Ahmad Nagita Slavina. Sampai suatu hari Ryan dan saudaranya Mike (Dan Gill) nemuin kamera kuno beserta beberapa kaset di rumah itu. Gue sempet mikir, bakal kayak Sinister nih kayaknya. Ternyata enggak. Kamera yang ditemuin itu adalah kamera yang bisa ngerekam hal-hal astral dan kaset-kaset itu berisi dokumentasi kegiatan kelompok pemuja setan.

Setelah nemuin kamera dan kaset-kaset tadi, keluarga Ryan hidupnya jadi nggak tenang. Bukan karena mereka salah pakai pembalut, tapi karena mereka merasa diteror oleh orang-orang yang hidup di tahun 1988. Kaset yang ditemukan ternyata berisi video kegiatan supranatural yang dilakukan Katie dan saudaranya yang hidup di tahun 1988 dan anehnya mereka seperti melihat kehidupan keluarga Ryan pada tahun 2013.

Leila pun mulai bersikap aneh. Dia punya temen imajinatif. Ya, sudah bisa ditebak; anak kecil ngomong sendiri, dan ternyata dia ngomong sama hantu, dan ternyata hantunya mau bawa dia kabur. Standar film horor orang barat. Predictable banget, huh, nggak asik.

Leila menjadi sasaran setan yang digambarkan dengan bentuk asap (nggak macho banget) untuk memenuhi ritual agar si setan bisa nyata dan hidup di bumi. Sang asap hitam pekat jelek itu bernama Toby (makin nggak macho). Darah Leila cocok untuk ritual kebangkitan Toby, makanya Toby mengincar Leila. Orang tua Leila, Ryan dan Emily yang sadar anaknya ada dalam bahaya nggak tinggal diam. Mereka berusaha menarik Leila agar tidak terlibat dalam ritual kebangkitan Toby dan beralih mengikuti acara kebangkitan nasional.

Terus gimana? Leila akhirnya bisa lepas dari Toby nggak? Toby bukan yang di GGS itu?

Film yang bersekuel memang menjanjikan untung besar karena penonton pensaran kelanjutan film dan akan nonton. Apalagi jika film pertama sukses di pasaran. Meskipun penasaran, penonton menagih film yang lebih bagus dan lebih bagus lagi dari sebelumnya. Kalo si film maker nggak bisa bikin film yang lebih greget dari sebelumnya, yang ada penonton bakal bosen dan kecewa. Ini yang menurut gue terjadi di film Paranormal Activity The Ghost Dimension. Ngebosenin, no klimaks, dan gampang ditebak. Gregory Plotkin sebagai sutradara gagal membuat tiap-tiap scene di film ini menegangkan. Hanya bagian ending yang masih bisa dibilang keren. Pindah rumah, anak dihantui, sekte-sekte penyembah setan, adalah model film horor ala Hollywood yang paling sering digunakan dan sayangnya Paranormal Activity pake model ini jadi alurnya gampang ditebak.

Overall film ini lumayan. Untuk kalian yang memiliki tingkat kecemenan tinggi, film ini bisa dijadiin latihan nonton film horor. Nggak ada darah-darahan, bunuh-bunuhan, setan bermuka ancur, aman kok.

Gimana film Paranormal Activity The Ghost Dimension menurut kalian yang udah nonton? Mungkin pendapat kita beda. Karena jujur aja gue adalah orang yang nggak gampang kaget kalo nonton film horor. Jadi belum tentu film ini cemen sebenernya.

Gue agak bingung mau nulis apa. Karena banyak bagian di film ini yang nggak berkesan.

Btw, pas nulis postingan ini gue ngerasa lebih merinding daripada pas nonton filmnya di bioskop. Kenapa ya?

24 Oktober 2015

42

Nungguin Film Horor Indonesia


Nonton film horor Indonesia = nonton film bokep.

Begitulah kira-kira persepsi gue tentang film horor Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Lelah gue di-PHP-in sama sutradara dan produser film horor Indonesia. Judulnya serem-serem, dalemnya absurd. Segala setan bisa keramas lah, orang ketakutan yang dizoom malah teteknya, ada setan di dalem rumah malah ciuman, gitulah. Nggak macho banget seremnya.

Gara-gara udah kapok itu, gue jadi hafal ciri-ciri film horor Indonesia yang nyerempet ke bokep itu kayak gimana diliat dari posternya. Jadi tiap film horor Indonesia rilis di bioskop, gue telaah dulu posternya. Kira-kira film itu isinya bokep atau beneran horor.

Dan rata-rata, film horor Indonesia yang keluar di bioskop kemarin-kemarin adalah film bokep. Fix.

Karena udah kapok, gue nggak pernah lagi nonton film horor Indonesia. Gue sampe lupa film horor Indonesia yang terakhir gue tonton judulnya apa. Kalo nggak salah Hantu Tetek Belang, deh.

---

Kemarin gue ngecek aplikasi Cinema21 buat liat film apa yang mau tayang. Disitu ada dua film horor Indonesia yang bikin gue penasaran. Film Badoet dan satunya film Kakak. Poster, sinopsis, dan trailer dua film horor ini mampu bikin gue penasaran dan yakin nggak ada tetek atau pun pantat dizoom di film ini.

Gue sangat tertarik dengan poster film Badoet. Posternya kayak film-film bule. Awi Suryadi pinter (yaiyalah sutradara gila lo), dia anti mainstream ngejadiin badut sebagai tokoh misterius disini. Padahal kan, badut lucu. Tapi dia bikin si badut ini serem di filmnya ini.


Satunya lagi film Kakak. Film yang katanya nggak bakal tayang ini akhirnya tayang juga. Awalnya gue pikir ini film tentang figur seorang kakak, kayak kakaknya Upin Ipin, Kak Ros. Ceritanya dia mati mengenaskan dan arwahnya gentayangan di kampung. Awalnya warga pikir Kak Ros mati gara-gara bunuh diri. Ternyata enggak. Sebetulnya dia mati dibunuh sama Upin Ipin dan arwahnya ngejar-ngejar Upin Ipin sampe ke sekolah mereka. Cekgu yang ternyata seorang uztazah akhirnya berhasil mengusir arwah Kak Ros dari kampung dengan membaca doa sebelum makan dan Kak Ros pun damai di alam kubur sana. Oke, ngaco. Balik lagi ke postingan. Ternyata bukan tentang Kak Ros mati penasaran, bukan. Kakak yang dimaksud adalah setan anak kecil yang awalnya baik jadi jahat. Yaelah, labil amat dek. Situ cabe? Huh. Kedengarannya emang absurd, tapi setannya niat kok, bener-bener serem. Inilah the real setan, setan yang sadar akan kodratnya. Nggak ngesot, nggak keramas, apalagi bersikap lilin. Gue tertarik setelah baca sinopsis dan ngeliat trailernya. Nggak ada tetek terbuka di film ini. Aman.


Kedua film horor tadi masih coming soon di Semarang. Ada satu lagi film horor yang gue tunggu, tapi import, Paranormal Activity 3. Sama masih coming soon juga. Akhir Oktober ini kayaknya harus siapin uang lebih buat film horor. Gak papalah. Gue seneng, akhirnya film horor Indonesia ada yang beneran horor juga. Semoga ini menjadi titik balik film horor Indonesia menjadi lebih baik. Gak sabar buat nonton. \=D/

Kalo kalian, film apa yang sekarang lagi kalian tunggu?

Btw, menurut kalian background kuning eek di blog gue ini gimana sih? Ganggu nggak pas baca tulisannya? Perlu gue ganti?

18 Oktober 2015

23

Pertanyaan Untuk Blogger


Hallo? Selamat hari Minggu.
Hallo? Selamat liburan.
Hallo? Selamat bobok siang.
Hallo? Jomblo?

Beberapa hari ke belakang gue rutin online. Tiap gue online, yang dilakuin cuma blogwalking dan googling. Gue nggak berniat buat nulis postingan baru karena gue pikir belum weekend, ngapain nulis. Gue kan updatenya tiap weekend doang. Yaudah, gue lanjut jalan-jalan ke blog favorit tanpa ada beban buat nulis.

Gue terus BW santai. Anehnya, satu minggu kemaren itu gue ngerasa setiap baca blog atau sekedar googling, gue nemu ide buat jadi bahan tulisan di blog ini. Banyak tulisan yang menginspirasi gue buat nulis postingan baru, salah duanya adalah tulisannya Yoga dan Icha. Tapi gue biarin ide itu cuma nyangkut di kepala tanpa menuangkannya dalam bentuk tulisan, karena gue baru akan menulisnya di akhir pekan.

---

Hari ini hari Minggu, weekend, berarti jadwalnya gue buat mengklik "entri baru" di blogger.com dan mulai menulis. Gue coba dan mengawalinya dengan nawaitu.

Tik tok tik tok tik tok.

Setengah jam gue di depan layar, nggak ada ide buat nulis. Bleng. Nggak tau mau nulis apaan. Ditambah lagi Kresnoadi bikin Minggu siang ini galau. Hiks.

Ah kampret! Gue nggak tau mau nulis apaan! Ide-ide yang kemaren nggak sengaja nyangkut di kepala ilang semua, terbang lagi entah kemana. Bego sih. Nggak gue tulis dulu di catetan atau tembok kamar. Sok pinter jadinya gini.

Akhirnya gue BW lagi. Nyasar nyasar nyasar terus ke blog-blog antah-berantah. Rata-rata blog yang gue kunjungin temanya sama, personal blog.

Setelah baca-baca blog secara random, ada beberapa pertanyaan yang menggelitik kepala gue tentang blogger dan dunia per-blog-an.

Pertanyaan-pertanyaan random itu adalah :

Kalian emang udah saling kenal sebelumnya di dunia nyata apa cuma kenal sekedar di blog aja? Kok kayaknya banyak banget yang udah akrab.

Apa sih tujuan kalian bikin blog? Nyari duit dengan adsense apa gimana?

Apa sih yang bikin kalian semangat nulis?

Kalian ngapain biar dapet ide posting tulisan?

Kalo postingan kalian yang baca sedikit, kesel nggak?

Gimana perasaan kalian kalo komen di satu blog dan nggak direspond sama sekali atau bahkan komennya dihapus?

Blog gimana sih yang kalian suka kunjungi?

Yang cowok senengnya sama blog cewek dan cewek senengnya sama blog cowok. Gitu nggak?

Gimana sih pendapat kalian sama blog yang kanan kiri atas bawah isinya iklan semua?

Kalo ada onlineshop yang komen di tulisan kalian, kalian balesnya gimana?

Dan yang terakhir dan ganggu pikiran gue banget adalah :
Kalian baca blog orang karena emang suka tulisannya apa cuma gara-gara orang itu udah baca dan komen di blog kalian? Jadi kalian nggak enak kalo nggak berkunjung balik.

---

Gue harap ada blogger-blogger kesasar yang bantu jawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Itu juga kalo ada yang nyasar kesini. Kalo enggak, ya, biarkan pertanyaan itu memuai terbawa angin bareng asap kurang ajar Sumatera-Kalimantan.

Gue lagi gigih mendisain tampilan blog nih. Jadi maaf ya kalo header gonta-ganti. Labil. hehehe.

Btw besok gue UTS. Doain ya, sukses. :))

10 Oktober 2015

29

Tenda Kemah di Dalam Rumah

Saat ini masih jamannya naik gunung. Share foto di puncak gunung ke sosmed. Fenomena ini nggak lepas dari film 5cm. Film yang mengisahkan tentang pendakian Gunung Mahameru ini sukses membuat penontonnya iri dan berkeinginan untuk naik gunung, bagaimana pun caranya.

Gue sendiri bukan anak gunung, bukan pendaki gunung, nggak pernah naik gunung, gue juga bukan juru kunci gunung. Tapi jujur, gue pengen naik gunung, biar punya foto keren kayak yang temen-temen yang lain, foto ala-ala mdpl gitu berbackground tenda perkemahan. Tapi melihat kenyataan bahwa tidur di kamar ber-AC aja meriang, gue pasrah sama keadaan.

---

Aqsha, adek gue yang paling kecil kemaren ngerengek. Tiba-tiba dia masuk rumah kemudian nangis minta dibikinin kemah-kemahan (tenda kemah) di rumah. Orang tua awalnya nolak permintaan itu. Bukan nggak sayang, tapi mau mendirikan tenda dimana? Lahan rumah pas-pasan, teras rumah aja mepet sama jalan. Nggak ada lahan kosong di rumah gue. Aqsha nangis makin kenceng.

Karena nggak mau terserang penyakit budeg mendadak, orang tua akhirnya mengabulkan permintaan nggak masuk akal itu. Kita bikin tenda kemah di dalem rumah.

Bener. Di dalem rumah.

Dengan usaha semaksimal mungkin, akhirnya tenda bisa berdiri di dalem rumah. Di ruang tengah lantai 2. Di depan TV persis. Kursi, meja, segala macem yang ada di ruangan itu dipepetin ke tembok biar ada space yang cukup buat si tenda.

Hasilnya begini :
Lagi santai kemah sambil wifian

Ukuran tenda itu cukup buat tidur 5 sampai 7 orang. Tenda itu biasa dipake buat istirahat atau pun tenda sementara saat naik haji. Kebayang nggak gedenya?

Gue jadi inget foto temen-temen gue yang abis naik gunung beberapa waktu yang lalu. Gue menemukan sebuah kemiripan.

Foto di depan tenda
Foto di depan tenda

Nggak beda jauh kan? Cuma beda di tampang sang model di dalam foto aja. Yang atas ekspresi bahagia, yang bawah maksain bahagia. Emang gitu, mau gimana lagi.

Eng ing eng!!

Gue menemukan alternatif buat anak-kampung-kena-AC-meriang biar bisa berfoto ala-ala anak gunung tanpa harus ke gunung!

Bikin tenda di dalam rumah.

Yaps. Nggak perlu naik gunung kok, kalo cuma buat foto-foto doang.

Untuk membuktikan bahwa tenda yang ada di belakang gue itu real beneran tenda berdiri, gue udah videoin detail tendanya dan ngeupload videonya ke channel youtube gue. Tonton aja bentar. Jangan lupa subcribe juga yak. muehehe.

3 Oktober 2015

25

[Review Film] The Martian - Ridley Scott



Nonton film di bioskop adalah salah satu hiburan paling manjur untuk kepenatan mahasiswa. Saking manjurnya, banyak mahasiswa berkantong kering nekad merogoh kantongnya dalam-dalam untuk sekedar menghilangkan penat di bioskop. Gue adalah salah satu mahasiswa nekad tersebut.

Semalem gue ke bioskop. Niatnya mau nonton film 3 Dara, garapan sutradara Usmar Ismail. Tapi sampai sana realita berubah. Setelah nonton trailer di layar belakang mbak-mbak kasir XXI dan tertarik sama covernya, gue langsung melenceng beli tiket film The Martian.

www.screenrelish.com
The Martian adalah film fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Ridley Scott. Film The Martian ini diadaptasi dari novel laris yang berjudul sama, The Martian, karangan Andy Weir. Beberapa nama besar seperti Matt Damon, Jessica Chastain, Kate Mara, Kristen Wiig, Sebastian Stan, Sean Bean, berperan di dalam film ini.

The Martian menceritakan tentang kisah bertahan hidup di planet Mars. Astronaut Mark Watney (Matt Damon) bersama 5 rekan satu timnya melakukan misi di planet Mars, namun mereka mengalami musibah badai. Pada musibah tersebut, Mark Watney dihantam batu besar dan dianggap tewas. Mereka pun meninggalkan jasad Mark Watney dan meneruskan misi selanjutnya meninggalkan planet Mars.
voyagershift.com
Mark Watney yang dianggap telah tewas ternyata masih hidup. Dia mengalami luka-luka di tubuhnya. Setelah menyadari bahwa rekan kerjanya telah meninggalkannya sendirian di Mars, Mark memeras otak dan mencari cara agar dia tetap bisa hidup disana. Mark yang merupakan ahli botani merekayasa sebuah kebun kentang di Mars dengan menggunakan kotoran manusia sebagai pupuknya. Bagian ini emang menjijikan dan sialnya bioskop nggak menyediakan kantong plastik. Mark pun akhirnya berhasil bertahan hidup berbulan-bulan di Mars sebatang kara dengan terus mengkonsumsi kentang hasil kebun mininya.

NASA sebagai organisasi yang mengirim Mark ke Mars tidak tinggal diam dengan kejadian ini. NASA didesak mencari cara tercepat untuk menjemput Mark, apalagi setelah meledaknya kebun mini buatan Mark di Mars sana. Nggak gampang meluncurkan pesawat jemputan ke Mars, apalagi banyak konflik internal di NASA.

Film ini cocok ditonton untuk semua kalangan, meskipun bukan penggemar film fiksi ilmiah. Ridley Scott berhasil memberi sentuhan kemanusiaan dan humor di film ini, jadi kita bakal ketawa-ketiwi pas nonton. Ada juga bagian ngilunya. Bagian Mark ngobatin lukanya ini bener-bener keliatan real. No sensor banget bolongan lukanya. Dizoom malah! Ngilu deh. Tapi jadi asik.

by Farih Ikmaliyani
Meskipun terkesan agak sedikit datar tanpa klimaks yang mengesankan, film ini mampu membawa penontonnya masuk ke dalam alur cerita dan ikut berpikir bagaimana Mark dapat diselamatkan. Selama 140 menit, penonton akan dibuat berperasaan nano-nano. Deg-degan, ketawa, ngilu, dan mikir. Apalagi buat anak IPA.

Secara keseluruhan menurut gue film ini bagus, standar film-film sience-fiction tema luar angkasa lainnya. Kesan datar di film ini malah bikin film ini realistis. Nggak banyak khayalnya. Masuk akal.

Terus gimana akhirnya? Mark bisa diselametin nggak? Emang Mark betah makan kentang doang? Kenapa Mark nggak beli saus kacang biar jadi siomay?

Nonton aja filmnya! Baru rilis kok, masih fresh from the oven. hehehe.

25 September 2015

30

Makin Tua, Hidup Makin Nggak Asik


Makin tua, hidup makin nggak asik. Itu adalah kalimat kampret paling bener dan paling gue benci, seumur hidup. Gue pengen mengelak, tapi kalimat itu nggak salah.

Dulu, pas masih kecil, Idul Adha adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu. Seneng banget rasanya bisa godain, nanyain kabar, say hi, dan ngasih makan kambing-sapi di depan rumah yang dicancang buat disembelih keesokan harinya. Bahkan kegiatan sesadis dan sesepele -menyembelih hewan kurban- aja rasanya asik dan nggak mau ketinggalan. Atau paling absurd lagi: bercandain temen pake jokes 'kayak kambing'.

Jokesnya gini : misalnya gue punya temen namanya Tejo.

Gue : (deketin kambing) Tejo kayak??
Kambing : Embek...
Sekomplek : Hahahahaha...

Krik krik...
Garing.
Tapi percayalah, guyonan itu lucu pada waktu dulu.

Beda banget sama sekarang. Tahun ini, tepatnya kemarin, saat Hari Raya Idul Adha gue cuma diem di kamar kos, sendirian. Cuma ditemenin tv yang nayangin film animasi Upin Ipin. Semakin miris ketika gue sadar akan satu hal : Upin Ipin hidupnya rame, asik. Cerah ceria setiap hari. Mereka masih kecil, mereka hidup bodo-amat yang penting seneng-seneng sama temen, yang mereka tau adalah main, main, dan seneng. Udah.

Gue bisa aja pulang kampung, ngerayain Idul Adha di rumah bareng keluarga. Tapi hari Jumat masih tetep ada kuliah, jadi nggak bisa pulang kampung dulu. Dan ada perkataan temen gue yang bikin gue sadar akan hal "Makin tua, hidup makin nggak asik".

Gue : Gue pengen pulang ah. Pengen liat kambing disembelih.
Temen : Yaelah alay banget ngeliat kambing disembelih sampe pulang kampung segala.
Gue : ...

Makin tua, hidup makin terbatas. Makin tua, makin banyak aturan. Makin tua, hal sepele yang nyenengin dikatain alay.

---

Gue sedang duduk di kereta api kelas ekonomi sore ini. Bau keringat penumpang di sebelah jadi parfum pengharum. Berisiknya obrolan penumpang sebelah jadi latar belakang musik mengiringi perginya matahari ke ufuk barat. Nggak banyak yang bisa dilakuin. Kegiatan yang paling lumayan hanya menjadi saksi matahari tenggelam dan menulis isi pikiran di blog ini. Suntuk.

Diantara berisiknya suara di dalam kereta, terdengar lagu anak-anak dinyanyikan. Suara khas anak-anak. Dua anak. Keras, percaya diri, lantang. Tidak peduli dengan yang lain. Setelah lagu Naik Kereta Api selesai, mereka tertawa lepas. Kemudian lanjut ke lagu-lagu yang lain tanpa ada jeda.

Seketika itu juga kalimat pertama dari tulisan ini menggema lagi.

Makin tua, hidup makin nggak asik.

Gue pengen kayak mereka. Bernyanyi sesuka hati, bahagia naik kereta, tertawa lepas melihat pantai utara pulau Jawa. Gue pengen kayak mereka.

Tapi coba kalo gue nyanyi-nyanyi sendiri kenceng dengan suara false di kereta kayak gini? Bukannya bahagia malah dikeroyok massa. Dibilang ganggu kenyamanan penumpang lain atau paling ringan; mendapat tatapan sinis penumpang lain.

Gue masih terus memandang matahari yang mulai tenggelam dari balik jendela kereta. Lagu anak-anak itu masih terus dinyanyikan. Sekarang malah semakin kencang. Seakan nggak peduli dengan wajah-wajah lelah orang dewasa di sekitarnya, wajah-wajah rindu masa bahagia waktu kecil, anak-anak itu terus bernyanyi.

Btw, Selamat Ngerayain Idul Adha, ya.

Picture : https://horrorpediadotcom.files.wordpress.com

23 September 2015

18

(like) A New Blogger

Jika blog adalah sebuah rumah, maka blog gue ini adalah rumah tua yang sedang direnovasi. Gue harus membersihkan rumah yang udah ditinggalin selama bertahun-tahun ini biar bisa ditempatin lagi. Banyak sampah, properti nggak tertata rapi, atap bolong, sarang tawon dimana-mana, gembel boker seenaknya di header, dan praktis nggak ada orang yang sudi bertamu kesini. Sepi. Terabaikan. Udah susah ngebedain blog ini sama WC umum di pemukiman kumuh.

Setelah beberapa waktu yang lalu mulai tertarik ngeblog lagi, gue jadi rajin blogwalking. Gue main ke blog-blog yang menurut gue enak dibaca, nggak bikin mata rabun. Tulisannya rapi, nggak b3r4nTakHand. Gue jalan kesana-kesini buat nyari inspirasi mendisain ulang blog tua ini biar like new lagi.

Sambil blogwalking, dari beberapa hari yang lalu gue juga sibuk benerin disain blog. Gonta-ganti template nggak jelas. Nggak ada yang cocok sama apa yang gue pengenin. Pengen yang backgroundnya warna putih, takut dikatain keputihan. Pengen teges pake background item, takut dikira peralihan situs primbon.com. Pengen yang warna-warni ceria, takut disangka website Paud Bunda Bahagia. Serba salah kan, Raisa.

Akhirnya gue menemukan template ini. Template yang datar, enak diliat, dan nggak susah ngeditnya. Pelan-pelan gue ubah disain template ini dari yang asli gue download, biar sesuai sama keinginan gue.


Gue masih terus blogwalking, main ke blog-blog bagus. Gara-gara sering blogwalking, gue jadi tau tata krama main blog gimana, gue sekarang lebih tau dunia blog itu kayak apa. Gue yang dulunya cuma tau ngeblog itu asal nulis aja, sekarang lebih tau banyak. Blogger itu harus blogwalking lah, komen di blog orang lah, bikin blog responsive lah, dan lain-lain. Gue berasa ngeblog yang sebenarnya itu sekarang, bukan yang dulu.

Blogwalking membuat gue melek akan blog. Sedikit banyak gue tau beberapa aliran blog. Aliran brondong? Arisaaan kalik! Ada blog yang alirannya sedih-sedih, ada blog yang gokil, ada blog yang show off the passion, macem-macem. Belajar dari situ gue jadi mikir, aliran blog gue ini apa ya? Melihat dari tulisan gue yang berantakan dan kesannya bodo-amat-dah-ah-yang-penting-nulis, gue jadi namain aliran blog ini adalah absurd personal blog. blog pribadi yang nggak jelas. Oke. Nggak jelas. Jadi gue bebas nulis apa aja disini. Jadi maaf kalo absurb, yang penting asik. HEHE.

Template ini mungkin nggak selamanya. Seiring berjalannya waktu, siapa tau nanti gue jadi jago koding, gue bikin template yang lebih bagus. Terimakasih buat temen-temen bagu gue sesama blogger. Semoga blog kalian terus menginspirasi like new blogger kayak gue ini dan semoga kalian nggak bosen buat baca blog gue. Buat kalian yang ingin berteman, bisa tukeran link blog juga di sini.

Gue belum paham cara join ke komunitas blogger dan ngefollow blog orang. Seiring berjalannya waktu juga, gue bakal belajar cara tukeran follow blog orang, saling mempromosikan blog, dan gabung ke komunitas blogger. Buat yang bersedia ngajarin, gue berterimakasih banget. Hehehe.

Sekian deh curhat absurdnya soal renovasi blog baru. Gue masih sibuk terus ngerenovasi nih. Disainnya mau gue bikin se-gue mungkin dan tulisannya bakal terus gue perbaikin biar gue punya pembaca. Aamiin. Oh iya btw, gue baru aja upload video baru di youtube. Tonton ya...



Itu sebenernya video lama, video dokumentasi pribadi keluarga pas ngerayain Idul Fitri kemaren. Baru sempet gue upload karena laptop diservice mulu. Enjoy ya nontonnya. Buat hiburan kecil lah. Jangan lupa subscribe ya! :)

13 September 2015

8

Their Feelings, Our September Sadness #PrayForMakkah

Udah nonton berita hari ini belum? Berita kecelakaan yang terjadi di Mekkah dan menewaskan ratusan jamaah haji.

Berita ini langsung jadi headline news dimana-mana. Sebuah alat berat yang digunakan untuk pembangunan Masjidil Haram jatuh dan menimpa para jamaah haji. Crane raksasa itu ambruk gara-gara badai dahsyat di wilayah Mekkah dan menimpa ratusan jamaah haji yang sedang beribadah. Sebagian luka parah dan sebagian meninggal dunia. Jamaah asal Indonesia termasuk jadi korban.

Selang beberapa menit berita tersebut tersebar, banyak orang upload foto tentang kejadian itu dan hastag #prayforMecca ramai banget. Salah satunya ada foto kayak gini :
Mereka meninggal di depan Ka'bah.
Mereka kembali ke Allah SWT di hari Jumat.
Mereka meninggal saat sedang menyembah Tuhannya.
Jiwanya diberkati.
Semoga Allah SWT mengaruniakan mereka Surga yang paling tinggi. Aamiin.

Tulisan itu bikin gue nangis. Air mata netes gitu aja. Mungkin kedengarannya alay, tapi ini beneran.

Gue bisa ngebayangin perasaan keluarga korban, apalagi anak-anaknya. Korban rata-rata orang tua, pasti perasaan anak-anaknya ancur banget. Dapet kabar orang tua mereka meninggal saat sedang mendekatkan diri ke Tuhan dan jauh dari mereka.

Pikiran gue langsung terlempar ke 10 tahun yang lalu. Saat masih kelas 5 SD, kedua orang tua gue berangkat naik haji. Masih inget jelas waktu itu dini hari, sekitar jam 1, gue sama adek gue yang masih berumur 7 tahun dibangunin dari tidur. Gue yang masih kecil nurut doang dibawa tante ke depan rumah dengan mata masih ngantuk berat. Sampe depan rumah, para tetangga dan keluarga udah kumpul. Kedua orang tua gue ada disana juga, berdiri di depan orang-orang yang ada dengan memakai pakaian muslim rapi. Suasana haru. Semuanya sedih, nangis. Dinginnya pagi dan isak tangis orang-orang bikin gue segera melek dan bertanya-tanya, "ini kenapa kok pada nangis?"

Orang tua gue mengucapkan syukur, meminta maaf, dan meminta doa ke semua orang dengan sepenuh hati. Keliatan dari air matanya yang mengalir deras. Air mata bahagia karena penantian pergi ke Tanah Suci selama bertahun-tahun datang, karena kesempatan mendatangi Rumah Allah telah tiba, dan sedih harus meninggalkan duniawinya, termasuk kami, anak-anaknya.

Kemudian kedua orang tua deketin gue dan adek. Kita berdua dipeluk bergantian. Orang tua nangis sambil meluk kita. Baru kali itu gue liat bapak ibu nangis dan itu di pelukan gue sendiri.
"Doain Bapak ya nduk disana. Baik-baik ya ditinggal bapak disini." kira-kira begitu kata Bapak. Rasanya kayak ditusuk. Ada yang jatuh dari dalam hati. Kayak ada yang patah. Mencelos gitu aja. Gue cuma ngangguk. Padahal dalam hati berantakan.

Enggak bisa gue bantah lagi, gue sayang sama bapak ibu. Nggak mau jauh-jauh dari mereka. Yang biasaya gue tidur sama bapak, yang biasanya tiap malem makan masakan ibu, hal itu nggak bakal gue rasain lagi sebulan kedepan. Gue nggak pengen ditinggal mereka. Gue pengen ikut mereka kalo bisa.

Akhirnya air mata pun jatuh dari pelupuk. Nggak bisa lagi ditahan. Gue peluk kedua tubuh itu. Erat sambil terisak. Nggak mau gue lepas.

Ada rasa khawatir yang muncul seketika. Khawatir terjadi apa-apa disana. Gimana kalo bapak ibu sakit di Mekkah sana? Gimana kalo bapak ibu kecapekkan pas menjalankan ibadah haji? Gimana kalo... Ah sudahlah. Mau bagaimana pun, mereka tetap harus terbang ke Tanah Suci sebentar lagi.

Selama ditinggal naik haji, nggak pernah berhenti gue nanyain kabar orang tua. Gue selalu nyuruh tante dan nenek gue buat telpon orang tua gue disana, sekedar nanya kabar. Alhamdulillah, nggak ada hal buruk terjadi. Cuma bapak cerita kalo dia muntah berkali-kali di pesawat.
"Bapak sehat nduk. Cuma kemarin naik pesawat muntah-muntah. Lha wong liat pesawat aja udah mules."
"Bapak ndeso!" Gue ketawa. Bahagia rasanya.

Inget itu semua gue merinding ngebayangin perasaan anak-anak yang orang tuanya menjadi korban kecelakaan kemarin di Mekkah sana. Luka-luka, di rumah sakit tanpa keluarga, yang wafat, jasadnya sendirian.

Sudah berat hati ditinggal 1 bulan, ternyata harus selamanya. Tanpa pamit. Tanpa kita bisa liat kondisinya. Tanpa kita bisa cium keningnya untuk yang terakhir sebelum dikafani.

Berangkat dengan haru biru, bahagia karena bisa bertamu ke Baitullah, ternyata Allah pengen mereka menetap, tinggal disana, tinggal di sisiNya selamanya.

Mereka yang menjadi korban, dipanggil dengan cara yang hebat. Di Rumah Allah sendiri, saat sedang berzikir kepada Allah, dan di hari yang mulia. Semoga diberi ketabahan untuk anak-anak yang ditinggalkan. Khusnulkhotimah, jannah inshaallah.

11 September 2015

2

Peran Polisi dalam Mengurai Kemacetan

Jakarta tidak pernah lepas dari macet. Setiap hari, di hampir semua sudut kota pasti ada kemacetan. Padahal jalanan di Jakarta lebar-lebar, lebih lebar dari kota-kota lain. Terus kenapa dong masih macet? Human error. Yap! Yang bikin macet adalah manusianya sendiri.

by Farih Ikmaliyani

Secara umum ada 5 penyebab macet, yaitu : tidak tersedianya traffic lights,  PKL dan angkutan umum yang menggunakan badan jalan untuk kepentingannya sendiri, pengendara memutar kendaraan seenaknya, kurangnya pengetahuan tentang jalan alternatif, dan kurangnya sosialisasi.

Untuk mengatasi kemacetan, 5 masalah itu harus dihilangkan. Disinilah peran polisi lalu lintas. Gimana caranya?

1. Polisi lalu lintas harus berjaga dan mengatur kendaraan di persimpangan jalan yang tidak memiliki traffic lights. Di persimpangan tanpa traffic lights biasanya orang akan berebut untuk jalan lebih dulu. Polisi harus mengatur kendaraan mana yang harus berhenti dan mana yang jalan duluan. Tidak perlu setiap hari, cukup pada jam kerja dan weekend.

2.  Polisi lalu lintas bekerja sama dengan satpol pp harus menindak tegas para PKL dan supir angkutan umum yang secara sengaja menggunakan sebagian badan jalan untuk kepentingan sendiri (berjualan dan ngetem). Ini dilakukan agar lebar jalan tidak berkurang.

3. Polisi harus memperhatikan dan memasang pembatas jalan di sepanjang jalan yang berada di keramaian. Ini untuk menghindari pengendara yang memutar arah seenaknya. Dengan adanya polisi atau pembatas jalan yang sesuai, pengendara tidak akan memutar kendaraannya di tempat ramai.

4. Polisi harus merekomendasikan jalan alternatif. Kendaraan yang menumpuk di jalan biasanya memiliki tujuan yang sama. Polisi harus memberi arahan jalur lain menuju tempat tersebut. Jika arus kendaraan bisa dibagi ke jalur alternatif, kemacetan akan terurai.

5. Polisi harus mensosialisasikan tata tertib dan sanksi mengenai aturan-aturan berlalu lintas. Jika pengendara memahami dan menerapkan peraturan lalu lintas dengan baik, kemacetan akan terminimalisir.

5 September 2015

2

Tips Cari Kos-kosan Ala Mahasiswa Absurd

"Nyari kos" adalah kata yang sepele. Tapi prakteknya nggak sesepele itu, bro.

Kos-kosan adalah tempat bernaung dan hidup ketika kita jauh dari keluarga. Kos adalah rumah ketika kita tidak di rumah. Kos adalah rumah kedua kita. Kos adalah rumah, tapi bayar.


Milih kos-kosan nggak bisa sembarangan. Nggak bisa asal murah meriah, nggak bisa asal kamarnya luas, nggak bisa asal yang penting ada warung burjo di dalem kamarnya. Enggak bisa segampang itu.
Enggak.
Pokoknya enggak,
Aleandro.

Cari kos-kosan itu nggak gampang. Gue pernah ngerasain. Buat kalian yang baru kuliah dan lagi bingung cari kos-kosan, gue kasih tau beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat mencari kos-kosan. Here they are :

1. Tentukan harga kos yang akan kalian cari.
Tentukan range harga kos yang sekiranya sesuai sama dompet. Jangan memaksakan bayar mahal atau melebihi kemampuan. Karena tinggal di kos nggak cuma sebulan dua bulan, jadi bayarnya pun nggak cuma sekali dua kali.

2. Tetapkan fasilitas kos kayak gimana yang kalian pengen.
Tulis di daftar list, kalian pengen kos yang kayak apa. Misalnya mau kamar mandi dalam atau luar, mau yang pake AC atau enggak, mau yang atapnya pake genteng atau rumbai, dan lain sebagainya. Tapi nentuin fasilitas kos juga harus liat budget ya (point pertama). Kalau misalnya budget buat kos cuma dua ratus ribu ya jangan mimpiin punya kos-kosan yang ber-AC, nggak bakal ada dari Sabang sampai Merauke.

3. Pilihlah kos yang dekat dengan kampus.
Karena tujuan utama kalian merantau (jauh dari rumah) adalah kuliah, maka carilah kos yang dekat dengan kampus biar kalau mau kuliah gampang, nggak kejauhan. Jangan kuliah di Jogja ngekosnya di Semarang. Jangan.

4. Lihat calon kos saat siang dan malam hari.
Kalau kalian mulai suka sama kos A saat siang hari pada pandangan pertama, datengin kos A itu lagi pas malemnya. Perhatikan lingkungan kos itu kalau malem, sepi apa enggak, banyak portal ditutup apa enggak. Susah lho ya kalau ngekos di lingkungan yang jam 7 malem udah diportal. Mau makan malem aja harus jalan merayap dulu melewati portal atau loncat indah di atas portal. Apalagi kalau kalian pake kendaraan bermotor. Nggak lucu kan, dalam keadaan laper kalian harus gendong motor sambil loncat indah melewati portal?

5. Tanyakan tentang fasilitas umum yang didapatkan.
Fasilitas umum itu misalnya wifi, air, listrik, galon, dan lain-lain. Ini penting. Galon kos-kosan misalnya. Jangan sampai kejadian kayak temen gue. Galon kosan nggak pernah diisi sama penjaga kos. Hasilnya, baru kos dua minggu, mukanya udah kayak tengkorak di lab biologi. Kasian.

6. Perhatikan jumlah kamar yang ada di kos-kosan tersebut.
Jangan sekali-kali milih kosan yang kamarnya sedikit. Karena kemungkinan kos-kosan itu kosong sangat besar jika penghuninya sedikit. Gue pernah ngerasain dan kapok. Waktu itu weekend. Sabtu-Minggu libur kuliah. Waktu yang tepat untuk pulang kampung atau pun liburan ke luar kota. Itu yang dilakuin semua tetangga kosan gue. SEMUANYA, kecuali gue. Gue ada urusan, jadi weekend harus stay di kampus waktu itu. Sendirian di kos-kosan, kamar tetangga kos gelap semua, ditambah hujan angin dan sinyal internet kembang-kempis. Rasanya udah kayak lagi ijab kobul kawinan.

7. Tanyakan tentang peraturan kos.
Ini biasanya penting, apalagi untuk anak kuliah jurusan teknik yang sering pulang tengah malem. Cari tau tentang peraturan kos yang akan kalian tempati. Jangan sampai kalian ngekos di kosan yang punya peraturan 'Jam keluar masuk kos hanya sampai jam 8 malem'. Bisa-bisa kalian sering gelar kasur depan gerbang.

8. Cari tau sedikit tentang pemilik kos.
Kenali sedikit pemilik kos yang akan kalian tempati. Seenggaknya tau nama dan sifatnya, pelit apa enggak. Jangan mau ngekos di kos-kosan yang pemiliknya pelit. Yang dia pikirin cuma uang kos, uang kos, uang kos. Hobinya nagih uang kos mulu. Kayak misalnya :
"Mbak, mohon uang kosnya segera dibayar ya." kata bapak kos.
"Lho Pak, ini kan baru tanggal 17 Pak?"
"Oh iya Mbak."
#krik

9. Sayangi kamar kos kalian seperti kalian menyayangi kamar di rumah sendiri.

Sekian tips nyari kos dari gue. Silakan diterapkan. Yang lagi ribet nyari kos, semangat ya!!

30 Agustus 2015

0

Ini Hati

Perkara hati, semua manusia punya hati. Tanpa hati, manusia tidak akan punya cinta. Sejak dia pertama kali menangis saat lahir, dia dilahirkan oleh cinta dari sang ibu. Tanpa cinta, ibu tidak akan mampu mengandung calon manusia yang lain selama lebih dari 270 hari. Membawa-bawanya ke pasar, ke toilet, tanpa semenit pun ia tinggal. (ya kali perut bisa ditaro dulu di meja).

Jika memang manusia punya hati, seharusnya semua manusia bisa memperlakukan hati dengan benar. Hatinya sendiri maupun hati orang lain.

Ini hati bukan Dufan, bukan tempat buat main-main.

Ini hati bukan Gojek, yang kamu hubungin cuma pas butuh aja.

Ini hati bukan twitter, yang bisa kamu unfollow kapan aja.

Ini hati bukan karpet, yang bisa kamu gulung gitu aja.

Ini hati bukan rumput lapangan futsal, yang bisa seenaknya kamu injek-injek.

Ini hati bukan sate, yang seenaknya bisa kamu tusuk-tusuk.

Ini hati bukan martabak, yang seenaknya bisa kamu bolak-balik.

Ini hati bukan samsak tinju, yang bisa kamu tonjokin gitu aja.

Ini hati bukan piring plastik, yang gak bisa pecah meskipun kebanting.

Ini hati bukan bubur ayam, yang bisa kamu aduk-aduk.

Ini hati bukan TV, yang bisa kamu matiin sesuka hati.

Ini hati bukan kamar kos, yang kalau kamu bosen bisa kamu tinggalin dan pindah gitu aja.

Ini hati bukan struk indomaret, yang dengan gampang kamu buang.

Hatiku hampir sama seperti gelas kaca. Kamu jatuhkan, kemudian pecah. Kamu ucap maaf, tidak akan pernah bisa kembali seperti semula. Ya beda sih, kalau kamu pakainya gelas plastik murahan...

Silakan masuk atau kamu boleh keluar. Tapi tolong jangan berdiri di tengah-tengah hatiku, karena kamu akan menghalangi orang lain untuk masuk. nah. jleb. nusuk.

Punya hati kan? Bisa dong, memperlakukan hati orang lain seperti memperlakukan hati sendiri. cheers!!


23 Agustus 2015

0

Ngeblog Lagi Gara-gara Andrea Hirata

Gue masih menghabiskan sisa-sisa waktu liburan. Liburan semester kali ini panjang banget. kurang lebih dua bulan off dari kampus. Waktu yang sangatlah cukup jika digunain buat bikin video. Tapi sayangnya, gue terhalang beberapa hal kampret yang membuat gue gak bisa bebas menjalankan hobi gue itu. Liburan kali ini, flat. Iya flat, flat banget. Se-flat perutnya Olla Ramlan habis joging.

Meskipun liburan kali ini flat, gue selalu berusaha bikin setiap hari di hari liburan ini berguna. Biar gak flat-flat amat lah. Gue mencari-cari kegiatan apa yang sekiranya bermanfaat gue lakuin pas liburan garing kayak gini. Keputusan jatuh di : baca novel.

Gue inget novel Ayah karangan Andrea Hirata yang dipajang di segala sudut di Toko Buku Gramedia. Baru terbit, tapi yang jatuh cinta udah banyak. Tanpa mikir panjang, gue beli deh itu novel. Berdasarkan novel-novel Andrea yang sudah gue baca, semua novel karangan Andrea Hirata tidak mengecewakan. Ternyata bener. Novel Ayah ini keren banget!

Novel Ayah ini menceritakan berbagai macam bentuk cinta seorang ayah kepada anaknya, bahkan anak yang bukan anak kandungnya. Di novel ini pula diceritakan cinta sejati yang sangat sederhana. Cinta seorang bernama Sabari kepada wanita cantik Marlena.

Sabari jatuh cinta kepada Marlena dengan sederhana dan mencintai Marlena dengan sangat luar biasa. Hanya dengan menggenggam pensil milik Marlena setiap malam, Sabari berasa deket dengan wanita tersebut. Sangat sederhana.

Novel ini masih berlatar di Belitong dan dengan menggunakan sentuhan bahasa melayu khas Andrea Hirata. Keren pokoknya! Andrea Hirata bisa bikin gue masuk ke dalam dunia cerita ini dan yah...amazing lah pokoknya. Sampai nangis gue bacanya. Baca aja sendiri biar ngerasain apa yang gue rasain.

Saat membaca novel ini, gue jadi inget cita-cita gue jaman dulu, "pengen jadi penulis". Maklum labil. Cita-citanya gonta-ganti. Karena novel ini juga gue jadi inget dunia tulis menulis yang dulu pernah gue citai dan otomatis inget sama blog usang ini.

Iseng, gue buka blog farihikmaliyani.blogspot.com ini lagi, pengen nostalgia sama hobi lama yang gue lupain. Gue baca-baca isi blog mengenaskan ini lagi. Agak shock waktu baca postingan blog jaman alay. Alay banget. Jijik campur pilu. Kok bisa-bisanya gue melalui masa-masa remaja sebegitu mengenaskannya dengan menulis kata "saya" menjadi "saiia". Nauzubillah. Baca sendiri aja eneg, apalagi orang lain yang baca ya? Di 'pos', gue menemukan banyak tulisan yang belum sempet gue selesaiin. Cuma bersarang sebagai draf. Rata-rata tulisan tersebut adalah tulisan yang gue tulis di sela-sela kesibukan setelah lulus SMA.

Banyak hal dan masalah yang gue alami setelah lulus SMA. Itu yang membuat gue lupa bahkan gak mampu buat nyelesaiin satu pun tulisan blog yang notabennya pendek-pendek. Saat itu juga masa-masa sulit hidup gue tapi dari situ gue dapet banyak pelajaran.

Beberapa tulisan yang cuma berakhir sebagai draf tersebut gue baca ulang. Ada tulisan yang gue pingsan bacanya kemudian gue langsung hapus, ada beberapa tulisan yang gue masih paham alurnya gimana dan gue tertarik buat nyelesaiin sampai tahap 'publikasi'. So, abis ini gue bakal selesaiin dan publikasiin tulisan-tulisan yang tadinya cuma jadi draf di blog gue ini. Semoga selesai dan semoga menarik.

Gue janji. Mulai hari ini gue bakal posting di blog http://farihikmaliyani.blogspot.com/ minimal lima bulan sekali. Gue gak mau kejadian tahun 2014 (tahun dimana gue gak posting sama sekali) terulang.

Terimakasih Andrea Hirata. Berkat tulisanmu yang amazing hati gue tergugah lagi buat cinta sama dunia tulis-menulis. Meskipun tidak se-menggebu dulu.

See you!

* follow instagramku ya di @farihikmaliyani

21 Agustus 2015

2

Alasan Klasik tentang Ospek

Coba ngeblog lagi, semoga sampai ke tahap "publikasikan". Karena dari kemarin (kemarin = 2 tahun yang lalu) gue nulis di blog dan ujung-ujungnya cuma draf. Ada ide - nulis - draf. Ada ide - nulis - draf. Gitu mulu sampai babi bisa terbang.


Tahun baru 2015 udah lewat, lebaran juga udah lewat, Dijah Yellow udah tamat lewat, dan sekarang giliran masa OSPEK yang akan datang dan ramai dibicarakan.

Ada pihak yang mendukung adanya ospek dan ada yang tidak. Gue ada di tengah-tengah mereka. Di pesimpangan. Gelisah, galau, merana, tak sanggup bangkit, tak mampu berdiri.

Setiap universitas bentuk ospeknya gak sama. Setiap fakultas di satu universitas pun punya ospek mereka masing-masing. Bahkan ada universitas yang tiap jurusannya punya ospek sendiri-sendiri dan berbeda dari jurusan lain. Sudah bukan rahasia lagi kalau ada satu fakultas, terkenal dengan ospeknya yang "sadis". Kalian tau sendiri lah ya... Beberapa institut juga terkenal dengan ospek yang gak manusiawi.

Tapi bukan masalah institut mana dan fakultas apa yang gue bahas soal ospek kali ini. Disini gue mau cuma mau membahas alasan-alasan klasik senior ngeospek junior yang menurut gue kurang masuk akal.

Ospek untuk melatih kekuatan fisik calon mahasiswa.
Alasan ini adalah alasan yang paling ling ling ling sering diucapkan senior saat sedang mengospek mahasiswa baru. Dan parahnya, banyak juior yang setuju sama pendapat ini. Hellooowww...Dijahyellow ke Manado! Mbok ya mikir mas mbak. Emang ada orang yang sukses dapetin kekuatan fisik yang bagus dalam waktu sesingkat ospek? Apalagi gak teratur. Pagi push up, malem ngelembur tugas ospek sampai pagi lagi. Lagian, gak semua orang punya kekuatan fisik yang sama. Jadi, si A bisa push up 100x, belum tentu si B bisa push up 100x. Catet!

Ospek dapat meningkatkan rasa kekeluargaan satu angkatan.
Om, tante...emang gak bisa ya, ospeknya yang push up bareng-bareng diganti ngadain bakti sosial bareng-bareng atau piknik ke kebun binatang bareng-bareng gitu? Kan enak tuh. Bareng-bareng bantuin orang yang kurang mampu atau foto-foto di kebun binatang satu angkatan di kandang singa. Bikin saling kenal juga kan?

Ospek ngajarin junior hormat sama senior.
Bro, ditakuti sama dihormati itu beda lho bro. Kalau dihormati, prosesnya lama. Lu orang harus punya sikap atau prestasi yang baik sehingga orang respect dan hormat sama lu, jadi orang bakal hormat tanpa lu orang minta. Sedangkan ditakuti, gampang. Sehari dua hari jadi. Tinggal lu orang bersikap buruk aja ke orang lain. Ngebentak kek, ngatain, ngebully, ngancem, atau nonjok orang. Selesai.

Ospek ngelatih mental lo menghadapi dunia kerja kelak.
Psikolog mana yang udah meng-iya-kan pendapat itu? Perusahaan mana yang ngasih hukuman push up 100x atau nonjok karyawannya kalau karyawannya ngelakuin kesalahan? Di dunia kerja itu, asal kita kerja dengan baik pasti semua baik-baik aja. Mental bakal terbentuk oleh pengalaman, bukan bentakan kakak senior. Ehem.

Itu adalah empat alasan klasik senior ngeospek junior yang sering banget gue denger dan gue belum bisa terima. Menurut gue cuma ada satu alasan senior ngeospek junior yang paling masuk akal : kakak mencari dedek, dedek mencari kakak, kakak dan dedek akhirnya bertemu... cieee.

Di luar itu semua, gue amat sangat mendukung ospek yang diadakan secara baik dan benar. Contohnya kampus gue, FISIP. Kita diospek selama 1 minggu yang isinya cuma pembekalan mahasiswa baru, pengenalan tentang lingkungan kampus, game, tugas-tugas ringan, dan sesi instrospeksi diri. Senior men-share pengalaman mereka tentang kuliah di kampus tersebut. Senior mengarahkan junior tentang tugas ospek. Mereka membimbing kita. Dari situ, gue secara pribadi respek sama senior dan menghormati mereka. Gak perlu kasar atau keras biar dihormati, kan?

Gue berharap, di Indonesia mulai tahun ini gak ada lagi yang namanya ospek pakai kekerasan dan sia-sia. Stop ngasarin junior, stop ngebully junior, stop nyuruh junior ngelakuin hal-hal yang gak berguna, stop mencuci otak junior dengan mainset "ospek keras karena dunia kerja lebih keras". Mari kita ciptakan ospek yang baik dan benar, ospek yang berpendidikan, dan ospek yang peri ke-junior-an.

MERDEKA!!!

halah

*share yuk pengalaman ospek kalian di kampus maupun di sekolah dengan komen postingan ini. :)

Teman