Kamis, Februari 14, 2019

2

Pakaian yang dibawa Perempuan untuk Backpackeran Seminggu

Perempuan backpackeran, kenapa enggak?


Gue sering pergi traveling dengan hanya membawa satu tas backpack untuk menampung pakaian selama kurang lebih seminggu. Gue memang dasarnya nggak suka bawa pakaian banyak. Berat dan ribet.

Nah, pakaian apa aja sih yang biasanya gue bawa dalam satu tas backpack untuk traveling sekitar seminggu?

2 atau 3 pakaian santai berupa kaos lengan panjang dan pendek.

Satu kaos bisa gue pakai seharian bahkan dua hari. Tergantung pemakaian. Kalau nggak keringetan, nggak kena kotoran yang berarti, satu kaos bisa gue pakai dua hari.

Masalah pakaian untuk perempuan khususnya, percaya deh, kalian bakal beli pakaian baru di tempat tujuan traveling atau wisata. Selain buat oleh-oleh, mata nggak bisa ditahan buat nggak belanja. Nah, pakaian yang dibeli di tempat wisata itu bisa dipakai langsung buat menghemat pakaian ketika berangkat. Yang doyan belanja pasti lagi ngangguk-ngangguk seneng.

1 celana panjang dan 1 celana pendek.
Gue biasanya bawa 1 celana panjang berupa celana training. Celana training adalah celana yang paling fleksibel menurut gue. Bisa gue pakai kapan pun karena bahannya adem dan longgar. Aktivitas apa pun enak, apalagi training yang warnanya hitam. Nggak malu-maluin kalau pun buat foto. Beda sama celana training kelas yang ada tulisannya nama jurusan. 1 celana pendek gue bawa untuk jaga-jaga kalau hawanya terlalu panas dan gerah.

Pakaian dalam sesuai jumlah hari.
Kalau backpackeran seminggu, gue biasanya bawa 7 set pakaian dalam. Satu hari satu. Gue pakai pantilainer buat menghemat celana dalam dan mempermudan perjalanan.

1 jaket serbaguna.
Bawalah jaket yang bahannya bukan jeans. Favorit gue adalah jaket yang bahan luarnya parasut dan bahan dalamnya (yang nempel di kulit kita) cotton. Nyaman banget dipakai. Hangat tapi juga nggak panas. Bisa juga buat pengganti selimut ketika kedinginan.

Itu dia pakaian-pakaian yang biasanya gue bawa dalam satu tas backpack untuk traveling kurang dari seminggu. Pakaian-pakaian tersebut di luar pakaian yang gue pakai ketika berangkat ya dan biasanya ketika berangkat traveling, gue memakai luaran jaket.

Kalau kalian, gimana? Biasanya bawa pakaian apa aja? Berapa jumlahnya?

Jumat, Januari 25, 2019

8

Cara Murah ke Bali dari Semarang PP

Kalau ngebayangin "Bali", yang ada di kepala gue adalah: mahal, ribet, mahal, ribet, miskin, busung lapar.

Berkali-kali gue diajak ngetrip ke Bali dan selalu gue tolak karena menurut gue Bali enggak menarik dan nggak bisa dinikmati kalau kita nggak kaya raya. Tapi ternyata anggapan gue itu salah dan gue sudah membuktikannya di awal tahun 2019 ini.

I love Bali even though I don't have much money!


Akhir tahun 2018, gue diajak salah satu teman gue, namanya Ayas, backpackeran ke Bali dan gue meng-iya-kan.

"Sejuta doang kok kak budgetnya, nggak lebih." kata Ayas waktu itu, dengan mimik muka layaknya sales kompor gas.

"Ciyus? Miapahh?" tanya gue. Karena jijik, Ayas membunuh gue.

"Serius Kak! Kita ikut Kadek mudik naik kereta. Di Bali-nya kita bisa pinjem motor dan nginep di rumah Kadek." Ayas masih dengan gaya salesnya.

"Iya Kak! Naik kereta ke Bali gampang dan murah banget!" Kadek menambahi. Mereka terlihat seperti dua sales kompor gas yang semangat.

Penawaran menarik. Akhirnya gue, Kadek, dan satu teman lagi berangkat ke Bali tanggal 29 Desember 2018. Sayangnya, Ayas batal ikut karena urusan pekerjaan.

Backpacker-an gue kali ini termasuk over budget karena kurang persiapan. Tapi nggak masalah, masih termasuk 'murah' dan semoga cerita gue ini bermanfaat buat kalian.

---

Gue dan teman-teman berangkat ke Bali lewat Surabaya menggunakan kereta api Maharani dengan harga tiket Rp49.000,00. Kereta kami berangkat jam 11.40 WIB dan tiba di Surabaya Pasarturi jam 16.27 WIB.

Gue pesan tiket kereta langsung melalui aplikasi KAI Access
Sampai Stasiun Pasarturi, kami bertiga bingung harus naik apa ke Banyuwangi karena kereta yang biasa dinaikin Kadek dari Surabaya ke Banyuwangi waktu itu habis. Ya gimana, trip ini memang trip dadakan. #GakNekatGakBerangkat

Opsi terakhir, akhirnya kami berangkat ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menggunakan suttle bus (travel) dengan harga tiket Rp150.000,00. Padahal kalau lebih prepare, kita bisa naik kereta dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Banyuwangi dengan harga tiket cuma Rp56.000,00. RUGI BANYAK!

Sampai di Pelabuhan Ketapang Minggu pagi, gue dan teman-teman langsung menuju loket pembayaran, kemudian bergegas menuju kapal. Biaya penyebrangan ke Pelabuhan Gilimanuk Rp6.500,00 dan harus menggunakan kartu e-toll.

Sesampainya di Bali, kami menuju rumah Kadek yang berada di Jembrana untuk beristirahat dengan menumpang angkot seharga Rp10.000,00. Kalau kalian mau langsung ke Denpasar, bisa menggunakan bus kota dengan tarif Rp30.000,00.

Dari Jembrana, gue menuju Tabanan, rumah Om-nya Kadek menggunakan bus. Biaya bus ini Rp30.000,00 juga. Dari Tabanan kami ke Denpasar menggunakan motor milik Om-nya Kadek.

---

Karena terlalu asik menikmati Bali, gue selesai jalan-jalan tanggal 2 Januari jam 9 malam. Padahal bus yang ingin kita tumpangi cuma beroperasi sampai jam 8 malam. Tarif bus (rencana gue) itu Rp30.000,00.

Pilihan terakhir adalah menggunakan bus malam dari terminal Mengwi menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan biaya Rp150.000,00! Mahal gila. Oknum tiketing bus menaikan harga tiket bus malam itu. Penumpang lain di bus itu banyak yang protes. Mereka bilang, normalnya tarif bus malam yang gue naikin itu berkisar antara 90.000 sampai 100.000 rupiah per orang.

#GakNekatGakBerangkat
Nekat malah jadi miskin.

Jam 4 pagi tanggal 3 Januari gue menyebrang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Banyuwangi dengan harga tiket sama seperti ketika gue berangkat, Rp6.500,000.

Sampai di Pelabuhan Ketapang, gue berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Stasiun Banyuwangi Baru. Jarak antara Pelabuhan Ketapang dan Stasiun Banyuwangi deket banget. Untuk backpacker gue saranin jalan kaki aja. Teguhkan pendirian karena bakal banyak supir-supir angkot dan ojek menawarkan angkutan mereka dengan segala macam rayuan.

Dari Banyuwangi, gue menggunakan kereta api menuju Solo Stasiun Purwosari dengan kereta Sri Tanjung. Kereta ini berangkat jam 6.30 pagi dan sampai Solo jam 18.30 dengan tarif Rp94.000. 

Iya, kalian nggak salah baca. 12 jam penuh gue di kereta!
Dari Solo menuju Semarang, banyak opsi transportasi yang bisa gue gunakan: bus dan beberapa kereta. Gue memilih menggunakan kereta api baru KAI yaitu kereta Joglosemarkerto. Selain ingin mencoba kereta baru, kereta jadwal keberangkatan kereta Joglosemarkerto adalah yang paling dekat dengan jam kedatangan gue di Solo. Jadi nunggunya nggak terlalu lama. Harga tiket untuk kereta ini adalah Rp48.000,00.

Gue nunggu di stasiun sekitar 1.5 jam
Sampailah gue di Stasiun Tawang Semarang tengah malam.

Gitu cuy,cara jalan-jalan pulang pergi dari Semarang ke Bali. Untuk lebih jelasnya gue rangkum biaya perjalanan dengan tabel di bawah ini ya.


Total biaya berangkat gue = Rp265.500,00 seharusnya bisa dihemat menjadi Rp141.500,00.

Total biaya pulang gue = Rp298.500,00 seharusnya bisa dihemat menjadi Rp178.500,00.

Ada dua opsi rute ke Bali dari Semarang naik kereta :
  • Semarang - Surabaya - Banyuwangi
  • Semarang - Solo - Banyuwangi
Jadi itu pengalaman pertama gue backpackeran ke Bali. Semoga bermanfaat buat kalian. Maaf kalau penjelasan gue masih membingungkan. Gue bakal belajar buat nulis cerita budgeting gini ke depannya.

Cheers!

Jangan lupa tulisan ini dishare ya.. Siapa tau berguna buat orang lain juga.

Minggu, Januari 20, 2019

9

Starting Travel Blog This Blog

Gue serius, pengen bangun travel blog. Dari tahun kemarin, jadi travel blogger adalah salah satu resolusi gue. Tapi, kemalasan dan segala tetek bengek menuju gelar sarjana melumpuhkan hal itu.

Tahun ini gue pengen coba lagi. Awalnya gue bingung, blog traveling gue dijadiin satu aja di sini atau dipisah, karena jelas isi kontennya beda. Blog farihikmaliyani.com isinya tulisan random gado-gado ngaco dan fartravelblog.blogspot.com isinya serius tentang traveling.

Tahun lalu gue sempet kepikiran dipisah dan lahirlah blog fartravelblog.blogspot.com yang selama setahun cuma berhasil posting 5 tulisan. Cupu.

Tampilan depan blog fartravelblog.blogspot.com

Punya blog dua bikin gue nggak fokus dan bingung mau nulis dimana. Ujung-ujungnya malah nggak nulis.

Setelah bersemedi beberapa waktu lamanya, akhirnya gue memutuskan untuk serius di satu blog aja. Untuk memantapkan hal itu, gue iseng bikin polling di instagram dan hasilnya makin menguatkan gue kalau cukup punya satu blog yang nantinya bakal gue isi soal traveling dan tetap ada tulisan random.

Gue jadi inget tulisan pertama gue di blog fartravelblog setahun lalu :


Masih sama seperti apa yang gue tulis di postingan pertama fartravelblog: gue bakal nulis tentang cerita jalan-jalan, budgeting, tips soal backpacker, dan segala jenis tulisan tentang pengalaman gue selama jalan-jalan. Gue selalu ngerasa bersalah ketika ada orang yang nanyain, "Rih katanya mau nulis tips backpackeran di blog?" "Rih, kapan ngasih tips backpackeran ke Thailand?", dan lain-lain yang hanya gue jawab dengan kalimat PHP: "Nanti ya, tunggu aja di blog gue."

Maaf ya, netijen.

Oke, resolusi gue tentang dunia blog tahun ini nggak muluk-muluk. Gue cuma pengen rajin nulis dan konsisten. Itu aja.

Semoga ini awal yang baik. Gue pengen serius jadi blogger, orang yang punya blog dan merawat blognya. Hahaha.

Semakin kesini, semakin kenal banyak blogger, gue jadi semakin ngerti kalau blogger adalah hoby yang banyak memberikan hal baik.

Semoga bisa konsisten, I am starting my travel blog this blog.

By the way, gimana Januari kalian?

Selasa, Desember 11, 2018

9

Life is Walking -Ploy-

Move on adalah seni bertahan hidup tingkat dewa. Nggak semua orang bisa melewati ini dengan sempurna. Beberapa berhasil dan bertahan hidup, sementara beberapa lainnya mati sia-sia ditelan drama.

Mengenai move on, gue bukan jagonya. Jelas. Nggak usah ketawa.

Maka dari itu, mengenai move on ini, gue dapat ceramah singkat dari teman di Thailand, namanya Ploy. Analogi yang dia kasih mampu bikin gue senyum-senyum sendiri dan bergumam, "iya juga ya. Hidup memang seperti itu."

Alasan kenapa gue tanya soal move on ke Ploy adalah simpel: dia berhasil move on dari mantan pacarnya yang pacaran selama 7 tahun. Mantannya ini bukan cowok miskin muka pas-pasan hoby karokean, bukan. Mantannya dari keluarga kaya di Thailand dan serius ngajak Ploy ke pelaminan. Nggak tanggung-tanggung, mereka putus setelah si cowok selingkuh di depan mata si Ploy dan nggak lama kemudian dia nikah dengan si selingkuhan. Padahal keluarga dan teman-teman mereka saling kenal dengan baik satu sama lain.

Gue bayangin jadi Ploy rasanya mau mimisan.

Setelah itu Ploy pacaran dengan bule-bule. Ada yang LDR, ada yang memang tinggal di Thailand. Sampai akhirnya, sekarang Ploy berstatus pacar bule Jerman.

"How could you move on from your ex?" Gue tanya lewat telfon siang itu. "It must be so hard, bro."

"Yes, it was".

Ploy cerita panjang lebar dan gue cuma menimpali "really? OMG! WTF! What!?" sesekali. Memang gue tidak semutu itu gais ketika mendengarkan curhatan orang.

Dan di akhir Ploy bilang, "bro, life is walking. Sometimes we find a house and fall in love with the owner of that house. If they love us too, they will allow us to stay for long time. If they don't love us, they will kick us out and let us sit in front of the house, like a dog."

sumber: www.flickr.com
Makjleb. Mau mimisan.

"I don't wanna be a dog. I don't wanna just sit in front of the house that closed for me. I have to keep walking."

Makjleb. Mimisan beneran.

Gue cuma diem. Buka google translate, bingung mau jawab apa.

"Don't be a dog bro. You have to keep walking. Maybe you will find a better house that you can stay in for long time."

"If the owner of the next house doesn't like us too?"

"Just keep walking until you find the fit one for you to stay forever." Ploy memberi jeda. Gue bernapas. Mimisan lagi. "Believe, someday we will find a fit house for us. But we don't know which one yet."

Gue mulai paham.

Ploy melanjutkan,"who knows about the next house? The next people? We don't know about the new people we will meet there."

"But, it isn't easy to walk and leave the house that we love, right?" Gue kepo.

"Yes. It is not easy. But what can we do if they close the door? Would you just sit in front of the door like a dog?"

...

"No, bro."

"So, just keep walking. That's what I did."

Gue tertegun. Ada keheningan di antara gue dan Ploy untuk beberapa saat.

Gue memecah keheningan, "you are strong bro. I can't imagine if I were you."

Saat itu juga gue kagum. Sebelumnya, gue nggak pernah ngerti kalau apa yang sudah dilalui Ploy sesulit ini.

Kemudian gue tanya lagi, "what if they change their mind? Would you go back to the previous house?"

Ploy tertawa.

Minggu, November 25, 2018

1

Tipe-tipe Close Friends di Instagram dan Isi Postingannya

Instagram adalah sosial media yang fiturnya paling banyak. Beberapa fitur khas aplikasi lain dicomot sama instagram. Bahkan dulu waktu instagram ngeluarin fitur barunya yaitu bisa telpon di direct message, banyak jokes bermunculan, misalnya: abis ini instagram bisa buat order gojek, abis ini instagram bisa buat maps nyari lokasi tujuan, dan macem-macem.

Salah satu fitur yang ditawarkan instagram adalah fitur 'close friends' list.

sumber: wccftech.com
Close friends adalah fitur yang memungkinkan kita untuk memilih orang-orang atau followers di instagram dan membagikan postingan hanya kepada mereka. Jadi cuma mereka yang kita masukin sebagai close friends-lah yang bisa lihat postingan kita, yang lain enggak.

Setiap orang pengguna instagram juga memiliki perbedaan dalam memasukan kriteria followersnya sebagai close friends. Misalnya gue.

Close friends list gue isinya 95% teman dekat cewek. Sisanya adalah teman-teman cowok yang gue rasa dekat banget dan gue pikir mereka nggak akan menghujat kalau lihat hal apa pun yang gue posting. Soalnya postingan di close friends gue memiliki kemungkinan besar untuk dihujat khalayak ramai. Misalnya postingan foto dan video selfie, quote-quote galau dan politik yang memancing emosi, dan pertanyaan-pertanyaan galau lainnya.

Beda lagi sama Joko. Joko ini punya rahasia yang nggak semua orang tau. Close friends dia isinya postingan tentang rahasianya itu dan cuma beberapa teman dekatnya yang bisa lihat.

Ada juga Jaenab. Dia ini baru jadian. Karena masih malu-malu kucing, setiap dia posting instagram stories sama pacar barunya ini, dia cuma posting di close friends list. Isinya ya...teman-teman dekat yang rata-rata cewek dan dekat banget sama dia. Katanya, "malu ah, belum lama pacarannya".

Ada lagi Maemunah si ukhti baru jadi. Close friends instagram dia isinya 100% hareem (cewek). Yang dia posting disana adalah foto atau video dia tanpa pakai hijab. Pas gue tanya, dia jawab, "biar cowok nggak lihat. Biar nggak dosa."

Ya...mungkin Maemunah ini belum tau ada teknologi canggih namanya 'screen capture'.

Di luar itu, close friends list instagram juga kadang gonta-ganti kayak gue. Nggak selamanya si A gue masukin di close friends list instagram. Kadang gue masukin sebentar karena gue pikir postingan gue nggak terlalu pribadi. Tapi teman-teman dekat gue selalu stay di list itu.

Itu sih beberapa jenis close friends list dan isi postingan anak-anak instagram yang gue tau. Kalau menurut kalian, gimana?

By the way, random banget ya postingan gue sekarang. Setelah hampir 3 bulan nggak nulis blog, bingung dan kikuk gimana cara nulis blog. Fix murtad dari dunia blogger ini mah.

Selasa, Agustus 21, 2018

24

Jokowi Bukan Atlet Tong Setan

Pembangunan tol trans Jawa, tol trans Sumatera, pembangunan di daerah perbatasan Kalimantan - Malaysia, pembangunan bandara di Papua, pembangunan puluhan waduk, pembangunan-pembangunan lain seantero Nusantara, dan kemarin opening ceremony Asian Games 2018 yang wah banget, bikin gue bergumam sendiri di bulan Agustus ini:

Indonesia sudah hebat ya, di ulang tahun 73 ini. Gue bangga.


Sumber: google
Wishnutama berhasil menyuguhkan pertunjukkan kelas internasional di Opening Ceremony Asian Games 2018 kemarin. Semua detail dari awal sampai akhir menurut gue juara. Termasuk bagian Jokowi muncul menggunakan motor Yamaha FZ1.

Namun, gumaman bangga gue itu nggak bertahan lebih dari 24 jam. Sehari setelah opening ceremony Asian Games, ketika di instagram banyak akun yang memposting kemeriahan opening ceremony Asian Games 2018, makhluk-makhluk seperti ini bermunculan :

Asal ngetolol-tololin pemimpin aja lo dasar sedotan pop ice!
Kesel gue. Kemunculan Presiden Jokowi dengan motornya itu bukannya diapresiasi karena susah bikin konsep karya yang kayak gitu apalagi bareng kepala negara, eh malah dinyinyir. Huhu, pengen nampol pakai knalpot rasanya.

Di bagian pembukaan ceremony kemarin, Jokowi muncul dengan motor Yamaha FZ1 dan ada beberapa atraksi menarik dengan motornya itu. Jokowi digambarkan dalam video pembukaan meliuk-liuk di jalanan dan yang paling wow ada adegan terbang dengan motor harga ratusan juta tersebut.

Gue sangat apresiasi banget konsep video Wishnutama yang berani menggandeng Jokowi dengan segala kesibukannya sebagai presiden dan melahirkan video Jokowi mengendarai motor paspampres yang epic ini. Namun, makhluk-makhluk yang ketika bayi minum susu basi kembali bermunculan:
Artis-artis film action penipu dong mba? :(
Terus lo pikir Angling Dharma terbang pakai elang itu bukan tipuan?! T_T
Boleh nampol nggak mas?
YA ITU JELAS BUKAN JOKOWI LAH MBLEGENDES!

Seorang Presiden Republik Indonesia masa harus terbang pakai motor, belak-belok di jalanan buat bikin video. Sedangkan selama ini makanan presiden aja dijaga ada koki khususnya, jalan-jalan ke mall dikawal. Masa iya dibiarin gitu aja naik motor sembarangan di jalanan? Mbok mikir!

Huhu mbanya dulu dikasih ASI nggak sih sama ibunya? :(
Si Dwayne Johnson yang badannya segede itu aja kalau main film action pakai stuntmant. Atau jangan-jangan mereka selama ini mikir kalau Chris Hemsworth di film Thor, Emma Watson di film Harry Potter, itu semua 100% real mereka? Tanpa stuntman di adegan-adegan 'berbahaya'?

BENSIN MANA BENSIN?!!

Kalau memang begitu pemikirannya, cuma ada 2 kemungkinan: sutradara film sukses bikin filmnya 100% nggak ketahuan bagian stuntmannya atau mereka benar-benar bodoh.

Gue juga heran mas. Tos dulu kita samaan!

Yap. Stuntman yang dipakai di adegang motor Jokowi adalah stuntman dari Thailand namanya Saddum. Alasannya apa pakai stuntman dari Thailand gue nggak tau. Gue sudah mencoba googling nyari kenapa pakai stuntman Thailand, belum nemu alasan yang jelasnya.

Nih fotonya Bang Saddum. Sumber: Tribunnews
Indonesia padahal punya free styler motor yang bisa jadi stuntman yang bisa dibilang juga lebih bagus. Sebut aja Wawan Tembong. Dia merupakan free styler motor gitu yang beberapa kali memenangkan kompetisi free style motor yang Saddum disana juga ikutan.

Berpositive thinking, mungkin ada alasan lain yang kita belum tau alasannya apa.

Diluar dari itu semua, gue berharap banget masyarakat Indonesia berpikir jernih. Memang suhu politik Indonesia lagi panas-panasnya, tapi tolong itu jangan sampai bikin otak kira hangus dan akhirnya nggak bisa lagi buat mikir.

Jangan mendadak bodoh hanya karena benci terhadap sesuatu.

Jangan apa-apa disangkutpautkan dengan politik, pencitraan, dan tetek bengeknya. Capek adek bang, itu mulu yang dibahas.

Opening ceremony Asian Games 2018 yang sudah sedemikian rupa hebatnya, ayo kita apresiasi. Nggak gampang lho bikin karya seni sebagus itu. Dalam seni pertunjukan, film, atau yang lain, pasti disana ada hal-hal yang memang harus dilakukan untuk menunjang ke-epic-annya. Ya contohnya Jokowi pakai stuntman itu tadi.

Semoga para pembaca blog gue ini adalah orang-orang yang cerdas. Yang tau mana karya seni dan mana ranah politik. Yang kalau berkomentar nggak sembarangan. Yang selalu memiliki kejernihan hati dan pikiran ketika memandang sesuatu. Ceilehhh.

Dan kalian harus tau,

Jokowi itu presiden, bukan atlet Tong Setan.

Yang bisa dengan lincah mainin motor seenak jidat.

Sumber: http://taulaa.blogspot.com
Kalimat terakhir itu gue baca di twitter. Tweet dari Renne Nesa aka Makmum Masjid. Gue suka kalimatnya.

Sekali lagi gue ucapkan dirgahayu Indonesia yang ke-73. Semoga semakin dewasa menjadi sebuah negara. Opening ceremony Asian Games 2018 kemarin menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa kok. Bisa berkarya sehebat itu.

Sekarang waktunya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, dukung semua atlet yang berlaga di Asian Games 2018 dan juga mendoakan saudara kita yang terkena bencana di Lombok sana. Nggak ada waktu buat nyinyir.

Thankyou!

Eh, subcribe channel youtube gue yuk! :)

Sabtu, Agustus 04, 2018

25

Lo Ambisius Banget Sih Jadi Orang? Nggak Bagus Lho

Gue merasa mati. Bukan nggak napas lagi, bukan. Mati yang gue maksud adalah mati dalam berambisi.

Inget banget dulu tahun 2015, salah seorang teman gue bilang: "Lo ambisius banget sih jadi orang? Nggak bagus lho."

Bodohnya gue menelan ucapan itu dan akhirnya mengurangi kadar ambisius yang gue miliki. Dulu gue sangat aktif di kegiatan basket, bikin film pendek, teater, bisnis online shop tanpa kenal waktu, dan lain-lain. Akhirnya semua ikut berkurang intensitasnya karena gue nggak mau dikatain terlalu berambisi.

Sekarang baru nyesel. Hidup tanpa ambisi, rasanya seperti nggak hidup. Mati.

Inget banget dulu ketika SMA dan awal masuk kuliah, gue rajin bikin video atau pun berpergian mencari spot foto yang bagus untuk mengasah skill fotografi gue.

Mereka ini teman-teman yang dulu sama ambisinya bikin video. Jos kan?
Ketika ada waktu luang, gue mengajak teman untuk membuat video musik. Ada lagu asik, terus gue bikin deh videonya. Music video cover namanya.

Bahkan kalau lagi sendirian di rumah, gue sering bikin video stop motion. Beli kertas warna warni, gambar, gunting sana gunting sini, fotoin pakai tripod, jadi deh stop motion video.

Ada yang aneh nggak kira-kira?
Waktu itu yang ada di kepala gue cuma satu: mau bikin video, biar banyak yang suka. Karena ketika gue upload video dan banyak yang suka atau berkomentar positif, rasanya tuh segerrr banget. Macem es kelapa muda dikasih sirup marjan! Enak.

Itu yang bikin gue berambisi untuk terus bikin sesuatu atau nama lainnya konten.

Sekarang semua itu sudah nggak gue rasain lagi. Bahkan ambisi untuk segera lulus pun, nggak ada.

Apa gara-gara gue semakin tua juga ya? Hahaha.

Sekarang kalau gue scroll-scroll instagram, youtube, nontonin video jadul punya sendiri atau liat orang yang masih sangat berambisi bikin konten kreatif setiap hari, rasanya kangen...kangen pengen punya perasaan seperti itu lagi.

Kangen punya ambisi.

Hahaha.

Cuma bisa reuni. Reuni masa lalu dengan karya-karya yang walaupun jelek dan sekarang terlihat ketinggalan jaman dari segi kualitas, bisa bikin kenangan masa lalu muncul lagi dipikiran.

HIKS.

Dimana sih ambisi gue?

Ini beberapa video lama yang kemarin-kemarin gue tontonin lagi. Yang bikin gue akhirnya nulis tulisan ini juga.

Ini video music cover yang bikinnya fun banget. Ramai. Teman-teman gue sangat antusias ketika gue ajakin "eh ini lagu bagus nih. Bikin video yuk besok sore!" Atmosfer kebahagiaannya masih nempel erat di otak.

Ini behind the scenenya. Monmaap kalo mirip tukang pas foto.
Serius gue kangen.


Kalau ini video buat lomba sih dan akhirnya menang, alhamdulillah.

Waktu itu teman SMA, Anton, ngabarin kalau Acer lagi ngadain lomba video stop motion. Dia ngabarin gue karena tau gue hobi bikin stop motion. Akhirnya bikin dibantu dua teman dan voila! Jadi deh video ini.

Video ini gue bikin siang-siang di lapangan tenis. Gue sama sekali nggak merasa kepanasan. Yang ada cuma fun fun and fun.


Hahaha. Ini video yang memorable sih. Disaat siswa kelas 3 lain corat coret, gue masih rapi berpakaian OSIS putih abu-abu dengan kamera canon dikalungkan di leher sibuk merekam momen. Selama gue edit video ini, gue senyum-senyum sendiri inget betapa bahagianya hari kelulusan itu dan gue berpikir momen ini kudu gue dokumentasiin dengan baik nih. Dan ketika video ini jadi, teman-teman SMA gue memuji hasil videonya. Perasaan itu nggak bakal gue lupain.


Video stop motion yang gue bikin di kamar sendirian. Video ini gue bikin cuma gara-gara gue suka lagunya Afgan tanpa memperhitungkan timing yang pas buat pergerakan gambarnya. Jadilah...berantakan.

Itu sih beberapa video masa lalu ketika gue masih berambisi untuk selalu bikin dan bikin. Banyak video lain yang gue buat, ada di youtube gue kalau kalian mau nonton.

Gue juga dulu sering ke lapangan kompleks malem-malem bawa senter dan kamera buat bikin bulb. Teman setia gue bikin bulb si Izzun Abdussalam. Kalau lagi takut dikunciin Bapak karena pulang malem, gue bikin bulb di kamar biasanya.

Bulb yang dibikin di kamar
Gue bener-bener kangen masa-masa berambisi itu.

Sekarang gue benci kalimat Lo ambisius banget sih jadi orang? Nggak bagus lho.

Kalimat yang cuma bisa matiin semangat-semangat orang untuk 'hidup'.

Dimana ya, gue bisa temuin ambisi gue itu lagi? Ada yang tau?

"Ahh, skripsian dulu aja lah Rih"

Teman